Biar ga bosen dengan blog, aku nambah2in 2 halaman ga penting di blog ini yang tulisannya selama bertahun-tahun nginep di draft
yaitu halaman Me & My Home dan halaman CV.
Posted in Uncategorized
Biar ga bosen dengan blog, aku nambah2in 2 halaman ga penting di blog ini yang tulisannya selama bertahun-tahun nginep di draft
yaitu halaman Me & My Home dan halaman CV.
Posted in Uncategorized
Di suatu hari pernah aku ditanya oleh seorang sahabat yang bijak -semoga Tuhan membalas semua amal perbuatan mulianya, “Far, loe takut mati ga?” Akupun menjawab, “Gw lagi belajar biar ga takut mati bro…, tapi sulit bgt”. Trus dia bertanya lagi, “Kira2 loe takut mati karena apa? Takut ninggalin dunia yang loe cintai ini, takut dengan proses kematiannya, atau takut dengan kehidupan sesudah mati?”
Dan aku pun langsung termenung, terdiam seribu bahasa ga mampu ngejawab pertanyaannya. Karena hati ini masih dilanda rasa takut yang luar biasa akan mati, akibat dengan kecintaan yang berlebihan dengan dunia yang fana ini. Mampukah suatu saat nanti aku bisa memutuskan hubungan percintaan dengan dunia ini? Semoga saja….
Dahulu, di suatu malam –dan aku ga akan pernah melupakan malam itu, tibalah sesuatu yang mungkin menjadi salah satu hal yang terindah sepanjang hidupku. Di malam itu, hati ini telah diserang oleh sebuah kejutan yang mungkin menjadi kejutan terbesar sepanjang hayatku. Tidak disangka memang. Padahal sebelumnya tidak pernah terlintas di dalam hatiku sebesar zarrah pun untuk memakan serangan itu. Awalnya menyesal memang, karena membuat hati ini melanggar prinsip yang telah menjadi tonggak yang kokoh dalam jiwaku. Ya, artinya tonggak itu belum sepenuhnya kokoh. Tapi tak apalah, tak perlu disesalkan. Karena dengan ‘pembelotan’ itu, akupun mengenal sesuatu yang membuat aku mengubah hatiku. Hmm, bukan, bukan. Bukan aku. Melainkan Sang Pemilik Hati-lah yang telah mengubahnya.
Setelah serangan itu, hari-hariku pun menjadi begitu indah. Sujud syukur kehadirat-Nya yang membuat aku telah memakan serangan itu. Jiwa ini serasa memberontak dengan riangnya laksana atom-atom yang sedang dipanaskan. Tapi, apakah ini yang benar-benar disebut kebahagiaan sesungguhnya? Kebahagiaan yang membuat hal-hal yang biasa tampak luar biasa? Kebahagiaan yang menjadikan hal-hal yang buruk tampak menjadi indah di mata? Kebahagiaan yang melalaikan aku dari Sumber Segala Kebahagiaan?
Dan kebahagiaan itupun hilang. Tidak akan pernah lagi ada malam itu. Malam yang membuat aku melakukan ritual untuk mengingatnya setiap bulan. Malam yang menghabiskan waktuku untuk menikmati fatamorgana. Seringkali hatiku menangis perih melewati malam itu ketiga tubuhku terbangun di pagi harinya dan menyadari bahwa aku tidak lagi memiliki malam itu. Aku pun jatuh terpuruk ke dasar yang paling bawah. Perginya serangan kebahagiaan itu membuatku seakan-akan kehilangan segala isi dunia. Oh, mengapa Kau cabut kebahagiaan ini dariku? Apa salahku? Adakah suatu dosaku yang berat bagi-Mu untuk mengampuninya? Aku telah berdoa di setiap siang dan malam kepada-Mu agar kebahagiaan itu tidak pergi. Jikalau kebahagiaan itu akhirnya Kau ambil juga, mengapa Engkau memberikan kebahagiaan itu dahulu? Sekalian saja aku sama sekali tidak pernah memakan serangan itu agar aku tidak pernah merasakan sakitnya kehilangan kebahagiaan itu. Dan akupun bertanya kepada diriku dimana akupun sendiri tidak kuasa menjawabnya: “Kenapa ada masa lalu yang begitu indah?”
Tapi sungguh kasih sayang-Mu melebihi segala sesuatu. Engkau benar-benar memperhatikanku di setiap gerak langkahku. Engkau memang Maha Tahu atas segala yang menyerang hatiku. Sungguh selama ini aku telah lalai bersyukur atas segala karunia-Mu. Aku akhirnya sadar bahwa Engkau menjawab doaku, walaupun bukan itu yang aku pinta di dalam doaku dahulu. Tapi Engkau memberikan kepadaku yang terbaik untukku, bukan berdasarkan hawa nafsuku yang apabila Engkau kabulkan itu, mungkin aku akan jatuh lebih terpuruk lagi. Bukankah Kau pernah berkata mesra di dalam firman-Mu kepada rasul kekasihmu “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohonn kepada-Ku….” *). Demi diriku sebagai tebusannya, tidak perlulah diragukan lagi janji-Mu. Tapi sungguh aku ini makhluk yang papa, yang tak menyadari dan tak tahu berterima kasih atas belas kasihan yang telah Engkau curahkan kepadaku.
Jadi, buat apalah aku terus merasa jatuh, terus merasa kehilangan kebahagiaan itu. Padahal Engkau telah dan akan memberikan kebahagiaan lain yang jauh lebih berarti dibanding itu. Yang tidak akan lekang oleh masa, dan tidak akan pergi untuk selama-lamanya.
Secercah harapan mulai kembali menaungiku. Kini aku pun tahu jawaban dari pertanyaanku, “Kenapa ada masa lalu yang begitu indah?” Karena akan ada masa depan yang lebih indah…”Kenapa aku rindu sorak-sorai tanda kebahagiaan dihatiku dahulu?” Karena jika cukup bersabar, maka suatu saat nanti malaikat akan bersorak-sorai merayakan kemenangan di hari yang ditunggu-tunggu.
Bagi teman-teman yang memiliki jawaban lain akan pertanyaan “Mengapa ada masa lalu yang begitu indah?” ditunggu posting-an atau reply-nya ![]()
*) Q.S. Al Baqarah(2) : 186
Aku lagi jatuh cinta. Bahagia banget rasanya : ) Siapakah gerangan yang membuat aku jatuh cinta?
Weitt, jangan berprasangka macem-macem dulu. Mungkin harusnya pertanyaannya diubah dulu. Bukan ‘siapa’, tapi ‘apa’. Karena memang bukan dengan ‘siapa-siapa’ yang membuat aku jatuh cinta.
Nah, udah saatnya titik-titk pada judul di atas diisi. Aku “Jatuh Cinta dengan mengajar, Bahagia Rasanya”. Sebenarnya kegiatan mengajar dah sejak lama aku jalani. Tapi baru dalam waktu dekat ini aku jatuh hati. Aku mengajar dimulai sejak SMA. Pertama kali, waktu itu, bu guru fisika ga bisa hadir. Temen2 sekelas memintaku untuk menjelaskan (walaupun dengan susah payah untuk mengeluarkan kata-kata gara-gara lafalku yang gagap dari bawaan orok, fiuh) pelajaran bab Mekanika di depan kelas. Dan akhirnya setiap si ibu ga hadir, aku biasanya menggantikan posisi si ibu fisika.
Masih di SMA, selanjutnya kegiatan mengajarku berlanjut di bidang yang laen. Aku ‘banting stir’ menjadi pengajar piano privat, walaupun dengan kemampuan yang pas-pasan . Inilah kegiatan mengajar ‘berhonor’ pertama yang aku jalani. Anak murid yang aku ajari piano waktu itu masih duduk di bangku kelas 5 SD. Waktu ditanya si orang tua murid berapa biaya les piano yang harus dibayar, aku malah bingung harus jawab berapa, karena memang aku belum punya pengalaman mengajar sebelumnya. Akhirnya aku menawarkan “Trial Edition” kepada si ortu murid tersebut ;p. Aku tawari masa percobaan les beberapa kali pertemuan kepada si orang tua, gratis. Kalau si anaknya suka, bisa dilanjut lesnya ‘n baru minta bayaran(jadi inget strategi jualan software, hihi).
Hari pertama mengajar piano, aku meminta si anak tersebut untuk memainkan 1 buah lagu, biar bisa mengukur sejauh mana kemampuan yang dah dimilikinya. Dan si anak pun memainkan 1 buah sajian lagu klasik sederhana karangan Mozart. Permainannya lincah dan akurat khas permainan piano klasik. Setelah itu, aku bercerita-cerita dengan si anak dan orang tuanya. Memang dari kecil si anak udah les piano dan udah bergonta-ganti guru piano klasik. Bisa ditebak dari kata-katanya, …‘bergonta-ganti guru’…, ya, artinya si anak & ortunya kurang puas & cepat bosan dengan guru-guru sebelumnya (wah, di dalam hati aku bergumam, siap-siap aja aku bakal dipecat cepat nih, hehe).
Dan memang ternyata tebakanku benar. Guru-guru piano terdahulu mengajar dengan cara ‘semi-militer’ (kayaknya aku terlalu berlebihan deh). Si anak sering dipaksa untuk bisa memainkan piano dengan baik dan benar. Bahkan ada salah satu guru yang suka membentak-bentak si anak jika melakukan kesalahan. Hasilnya? Hmm, memang bagus. Buktinya si anak mahir membaca partitur not balok dengan baik,serta hafal beberapa lagu klasik sederhana. Tapi, kemampuan yang dah dimiliki tidak sepenuhnya sesuai dengan requirement yang diinginkan si murid dan ortunya. Si anak ingin bisa memainkan lagu-lagu populer yang sering dia dengar di ‘tivi-tivi’ maupun di ‘kaset-kaset’. Dan si ortunya ingin anaknya bisa mengiringi mereka bernyanyi secara ‘on the fly’, atau spontan. (haha, sory terlalu banyak istilah-istilah Informatika yang dipake). Nah, ilmu tersebut ga bisa didapatkan si anak pada waktu belajar dengan guru2 piano terdahulu yang cenderung kaku dan ‘partiture-oriented’ (Sory lagi, bukan bermaksud ngajak perang dengan para pemain dan pencinta musik klasik ;p). ‘Pemberontakan’ si anak ini mengingatkan akan pengalamanku waktu kecil yang membelot dari aliran piano klasik gara-gara BT. Akhirnya selama belajar piano denganku, aku berhasil ‘menyesatkan’ si anak tersebut dari aliran musik klasik dengan mengajarinya konsep dasar musik dan lagu-lagu populer. Aku juga lebih menekankan pengajaran ‘hearing ability’ (kemampuan mendengar & menangkap nada-nada) sehingga si anak tersebut mampu memainkan lagu di piano tanpa membaca partitur not balok. Di akhir masa “trial”, si ortu melapor kepadaku bahwa anaknya jadi senang belajar piano dan ingin melanjutkan les pianonya. Wah, proyek ‘menyesatkan’ si anak sukses besar nih ! Hehe, mungkin yang membuat si anak senang les gara-gara aku sering mengajaknya bercanda, bukan karena les pianonya, :P. (guru macam apa kau ini ghifar).
Okey, kita hentikan dulu cerita barusan. Singkat cerita, murid-murid les piano privat ku pun mulai bertambah, dengan berbagai umur, latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Aku datang ‘n pergi dari rumah ke rumah, jalan ke jalan, kampung ke kampung, naek gunung turun gunung, turun jurang naek jurang, turun sumur naek sumur (haha, 3 poin terakhir cuma khayalan belaka). Kalo dihitung-hitung, semua penghasilan ngajarin les piano privat dihabisin oleh ongkos naek angkot doank, hihi. Tapi tak apalah karena aku menikmati kegiatan ini.
Mulai masuk tingkat I kuliah, aku kembali ‘mengepakkan sayap’ (halah) menjadi pengajar privat mata pelajaran SD, SMP & SMA. Tantangan paling gede yang aku alami selama mengajar adalah waktu mengajar anak SD. Sulit sekali mengkomunikasikan bahasa yang tepat agar mudah dipahami oleh anak2. Dan kita pun harus punya kesabaran yang cukup mumpuni untuk menghadapi kelakuan anak2, fiuuh. Di pertengahan tingkat II, aku menghentikan beberapa les privat karena aku mulai sibuk menjadi asisten instruktur di salah satu bimbingan belajar dan menjadi pengajar tidak tetap di SMA-ku dulu. Semenjak itu, kecintaanku akan mengajar semakin bertambah-tambah.
Apa ya yang membuat aku cinta mati dengan mengajar?? Hmm, entahlah. Yang pasti bukan karena penghasilan yang didapat. Mungkin kalau hanya sekadar masalah penghasilan, jumlahnya tak seberapa. Jika penghasilan dari mengajarku ditotalkan per bulannya tetep ga melebihi penghasilanku dari 2 kali manggung main band di berbagai acara. Namun saat ini, mengajarlah yang menjadi kegiatan yang paling aku cintai. Berinteraksi dengan murid-murid, membuat mereka dari ga tau menjadi tau, bersenda gurau dengan mereka, mendengar kabar kalo mereka dah lu2s dan masuk ke perguruan tinggi yang mereka cita-citakan –diantaranya ada yang menjadi adik kelasku, 1 jurusan maupun di jurusan yang lain di kampus ganesha tercinta -, merupakan kebahagiaan tersendiri buatku. Entah kebahagiaan itu datangnya dari mana. Mungkin aja datang dari sorga
Kebahagiaan itulah mungkin yang membuat segelintir guru-guru yang bersahaja rela berkorban dan mengabdi sepanjang hayatnya demi mencerdaskan anak-anak didiknya.
Seandainya orang-orang terbaik bangsa banyak yang bersedia menjadi guru dan ikhlas untuk membagi-bagikan ilmunya, mungkin bangsa kita akan menjadi bangsa yang cerdas dan kuat di mata dunia. Kenyataanya yang menjadi guru kebanyakan orang-orang yang terpaksa, atau orang kayak aku ini yang ga memiliki kemampuan apa-apa cuma mengandalkan kesenangan belaka. Dan kebanyakan dari orang-orang pilihan bangsa pergi meninggalkan kita untuk mencari ‘seonggok kertas’ yang bisa ditukar dengan apa saja demi memuaskan kepentingan pribadinya. Padahal sudah jelas perbedaan ilmu dan harta dimana ilmu akan semakin bertambah jika dibagi-bagikan, sebaliknya harta akan semakin berkurang…
Gimana teman2ku? Tertarikkah untuk ikut mencerdaskan anak2 bangsa?
(Tulisan ini dibuat setelah aku membaca beberapa profil orang-orang Indonesia yang menjadi ‘anak emas’ di negeri orang, dan bahkan di negeri kita sendiri orang-orang tersebut tidak populer, kalah jauh dibandingkan artis..he3. Miris… & ironis bgt)
Posted in Bacaan nyantei, Curhat
Negara yang beruntung itu adalah Denmark !
Sebuah riset dilakukan oleh Ronald Inglehart dkk, ahli ilmu politik pada Lembaga Riset Sosial Universitas Michigan, menunjukkan bahwa Denmark merupakan negara paling bahagia di dunia, walaupun bukan negara terkaya di dunia. Variabel-variabel yang dijadikan pengukuran adalah demokrasi, kesetaraan sosial, dan atmosfer damai. Ia menduga keras bahwa ada korelasi yang kuat antara perdamaian dan kebahagiaan. (sumber : lihat ini)
Hmm, walaupun riset tidak dilakukan secara individual (karena tetep aj kebahagiaan itu relatif utk setiap individu), paling tidak Denmark dan negara-negara lainnya yang masuk jajaran negara terbahagia di dunia tidak pernah tercantum di daftar negara terkorup di dunia.
Teman-teman, kapan kita bisa masukin negara kita tercinta ini ke daftar negara terbahagia di dunia dan ngeluarinnya dari daftar negara terkorup di dunia?? Ayo, kalo bukan kita siapa lagi, kalo bukan sekarang kapan lagi ! Selamat pagi semuanya ! Semoga tetap semangat & bahagia menjalani hidup ! :>
Posted in Bacaan nyantei, Inspiration
Lagi ngelamun abis makan siang, tiba2 keingetan Zombie, he3.. (makanya jangan suka ngelamun).Jadi keinget juga suatu artikel yang aku pernah baca dari suatu ensiklopedia.
Pernah nonton film Zombie? Pasti sering. Waktu aku kecil, banyak bgt judul film yang mengisahkan “mayat hidup” ini. Salah satu judul yang terkenal adalah “Tales of The Undead”. Apakah Zombie ini hanya sekedar mitos ataukah kenyataan? Nah, inilah kejutannya. Perlu diketahui bahwa Zombie di dunia nyata itu benar-benar ada.
Zombie sebenarnya berasal dari pulai Haiti di Karibia. Mereka adalah orang-orang mati dan kemudian dihidupkan kembali oleh pendeta voodoo, dan dimanfaatkan untuk dijadikan budak selama sisa hidup mereka yang sangat menyedihkan. Tapi (te2p aj ada tapinya ;p), orang-orang mati yang menjadi Zombie sebenarnya tidak sepenuhnya ‘mati’. Cuma, mereka dibikin tampak ‘kayak orang mati’. Mereka bisa bergerak, makan, mendengar, ngomong, namun mereka ga punya ingatan dan wawasan tentang kondisi mereka sendiri.
Ada sebuah kasus dimana seseorang yang telah menjadi Zombie tersadar kembali menjadi manusia normal. Pada tahun 1962 di Haiti, seorang laki-laki yang bernama Claivius Narcisse dijual kepada seorang tuan Zombie oleh saudaranya. 2 tahun kemudian, si tuan Zombie pun meninggal dunia dan ia mengembara melintasi pulau dalam keadaan linglung selama 16 tahun. Setelah itu, pengaruh obat-obatan yang ada pada dirinya berangsur-angsur menghilang. Pada tahun 1980, Claivius tidak sengaja menemukan sodara perempuannya di pasar dan mengenalinya. Awalnya saudarinya tidak mengenal dirinya. Namun setelah Claivius menceritakan berbagai pengalaman mereka pada waktu masa kecil yang hanya mereka sendiri yang tau, akhirnya saudarinya percaya.
Dr. Wade Davis, ahli etnobiologi dari Harvard University, pergi ke Haiti untuk menyelidiki cerita ini dan menemukan proses pembuatan Zombie. Adapun bahan-bahan kimia dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
Gampang kan? Tapi tunggu dulu. Nah, pertanyaannya, emang siapa yang tulus ikhlas bersedia mengorbankan badannya untuk dijadikan Zombie?? Ternyata di Haiti kebanyakan Zombie dibuat dari orang yang sudah dikuburkan, namun belum sepenuhnya meninggal. Karena udaranya yang sangat panas di Haiti, orang yang sudah dianggap meninggal akan segera dikuburkan agar tidak membusuk. Padahal, belum tentu orang tersebut sudah meninggal sepenuhnya, bisa saja dia masih pingsan, koma, mati suri, atau sebagainya. Keadaan ini dimanfaatkan oleh para tuan Zombie untuk menggali kuburan dan mencari-cari orang yang masih ‘hidup’ lalu dengan segera ia memberi ramuan kulit katak dan ikan puffer untuk semakin memperlambat aliran darah dan detak jantung ditambah dengan ramuan rumput jimpsons untuk menghilangkan ingatan dan memutus hubungan si calon Zombie dengan realitas, bahkan hingga tidak mengenali dirinya sendiri. Kemudian, Zombie ini akan dijadikan budak, biasanya bekerja di perkebunan tebu. Jika para Zombie seakan-akan terlihat mulai pulih, maka tuan Zombie memberikan kembali ramuan rumput jimpsons.
Analisis Kimia Pembuatan Zombie
1. Kulit Katak
Kulit katak yang biasa disebut bufo bufo bufo dapat membunuh -terutama jika katak telah merasa terancam. Ada 3 kandungan kimia pada kulit katak yaitu biogenik amina, bufogenik, dan bufotoksin. Salah satu efeknya adalah menghilangkan rasa sakit lebih kuat dari kokain.
2. Ikan Puffer
Di Jepang, ikan puffer dikenal dengan nama fugo. Racunnya disebut “tetrodotoksin” yaitu racun syaraf yang mematikan. Efeknya lebih kuat 160000 kali dari kokain. Banyak kasus dimana ada orang yang sadar setelah dinyatakan mati selama beberapa hari akibat memakan racun ini.
3. Datura(rumput jimpson)
Datura mengandung bahan kimia antropin, hyoskiamin, dan skopolamin, yang dapat bereaksi sebagai halusinogen kuat jika diberikan dalam dosis yang tepat. Selain itu, zat-zat kimia ini juga dapat menghapus ingatan, menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
Dengan demikian, ahli kimia yang membuat ramuan Zombie ini haruslah benar-benar terampil agar menimbulkan efek samping yang menyebabkan kematian para calon Zombie, karena perbedaan antara orang ‘mati’ dengan orang yang ‘tampak mati’ sangatlah tipis.
Bagaimana?? Tertarik membuat Zombie sendiri di rumah? hahahaha. sebaiknya don’t try this at home !
Sumber :
Posted in Iseng, Tahukah Anda?
Ini dia tempat paling favorit di kantor PT. Indosat, kantin lantai 8. Pilihan makanannya banyak bgt. Kali ini aku milih menu masakan padang buat ngisiin perut siang ini, biar utang sarapan pagi hari ini bisa kebayar, he3…
Selagi makan, aku ngeliat-liat pemandangan dari lantai 8. Posisi dudukku hari ini ‘memaksa’ aku untuk ngeliat pemandangan bundaran Indosat di siang hari. Hmm, aku baru sadar, ternyata di daerah Jakarta Pusat ini masih ‘hijau’ ya. Masih banyak pepohonan yang beranekaragam (tapi, coba bandingin dengan daerah kota Jakarta yang lain, huhu..).
Bunderan Indosat
Nah, sekarang kita ngomongin menu masakan padang siang ini. Menunya terdiri dari :
Gimana?? Enakan?? Ada satu bumbu lagi yang belum ditulis, klo ditambahin bikin makanannya tambah lezat..lezat bgt yaitu “semua makanannya gratis”,
Ini dia gambar menunya :
hihi , loh koq?? ga sesuai dengan yang ditulis… ini membuktikan klo masakannya enak bgt. Aku makannya sampe bersih gitu (kasian anjing, di kasih tulang doank). Klo masih lengkap, ya artinya makanannya ga enak. (?????@#$)
Posted in Bacaan nyantei, Iseng
Ass…wr.wb.
Pengen buat real-time clock pada web? Ini bisa diprogram dengan mudah dengan Javascript. Pada bahasa pemrograman Javascript, terdapat predefined object yang dapat digunakan untuk merepresentasikan tanggal dan waktu, yaitu objek date. Untuk ‘menghidupkan’ sebuah instance date dengan nama tanggal, sintaks yang digunakan adalah sebagai berikut.
var tanggal = new Date();
Pada objek date, ada berbagai method yang dapat kita gunakan, yaitu sebagai berikut.
|
Method |
Tipe Kembalian |
Deskripsi |
|
getDate() |
Integer |
Mengembalikan angka hari dalam suatu bulan |
|
getDay() |
Integer |
Mengembalikan angka hari dalam 1 minggu (Minggu = 0) |
|
getMonth() |
Integer |
Mengembalikan angka bulan dalam 1 tahun (Januari = 0) |
|
getYear() |
Integer |
Jika tahun<2000, maka kembaliannya adalah 2 digit terakhir dari tahun, jika tahun>= 2000, maka kembaliannya adalah 3 digit terakhir dari tahun (xyz) dimana x = 1 |
|
getFullYear() |
Integer |
Mengembalikan angka tahun |
|
getTime() |
Integer |
Mengembalikan selang waktu dalam milliseconds sejak 1 Januari 1970 s.d. sekarang |
|
getHours |
Integer |
Mengembalikan jam dalam 1 hari |
|
getMinutes() |
Integer |
Mengembalikan menit dalam 1 jam |
|
getSeconds() |
Integer |
Mengembalikan detik dalam 1 menit |
|
getMilliseconds() |
Integer |
Mengembalikan milidetik dalam 1 detik |
|
toTimeString() |
String |
Mengembalikan waktu dalam string dengan format hh:mm:ss GMT – xx:yy (<nama_lokasi> Standard Time) |
|
toLocaleTimeString() |
String |
Mengembalikan waktu dalam string dengan format hh:mm:ss AM/PM |
|
toDateString() |
String |
Mengembalikan tanggal dalam string-string singkatan dengan format inggris ( contoh : Wed Jun 25 2008 ) |
|
toLocaleDateString() |
String |
Mengembalikan tanggal dalam string dengan format inggris (contoh : Wednesday, June 25, 2008 ) |
|
toLocaleString() |
String |
Mengembalikan tanggal + waktu dalam string dengan format inggris (contoh : Wednesday,June 25,2008 7:09:21 PM ) |
Darimanakah informasi tanggal dan waktu yang diambil oleh Javascript berasal?
Ya mudah aja, karena Javascript merupakan salah satu dari sekian jenis bahasa pemrograman web yang client-side scripting, maka informasi tanggal dan waktu tersebut berasal dari komputer client, bukan dari komputer server.
Untuk menampilkan waktu atau jam dengan format hh:mm:ss PM/AM di suatu objek HTML (pada contoh dibawah ini akan digunakan objek DIV) pada saat halamat HTML tersebut di-load ke browser,maka langkah-langkahnya adalah sebagai berkut.
1. Buat sebuah fungsi yang menjalankan instance dari objek tanggal. Mis. Fungsi tersebut kita namakan show_date()
<script type=”text/javascript”>
function show_date(){
var tanggal= new Date();
document.getElementById(“tempat_tanggal”).innerHTML= tanggal.toLocaleTimeString();
}
</script>
2. Tambahkan action onload = <nama_fungsi> pada tag pembuka body
</pre> . . . <body onload="show_date()"> . . . <pre>
3. Jangan lupa buat sebuah objek DIV dengan ID = <string_id> pada halaman tersebut.
<div id = “tempat_tanggal”></div>
Jika langkah-langkah tersebut dijalankan dengan bernar dan tidak ada gangguan teknis maupun non-teknis :> , maka jam dengan format dd:mm:yy AM/PM akan tampil pada objek div dengan id=”tempat_tanggal”.
Nah, agar jam dapat berjalan pada web browser seperti jam-jam sebagaimana mestinya (real-time clock), maka ide dasarnya adalah dengan me-refresh halaman secara menyeluruh ataupun secara parsial setiap detiknya dengan harapan agar informasi jam dari mesin client dapat diambil terus-menerus tiap detiknya. Untuk itu, kita dapat menggunakan method setTimeout(<nama_fungsi>,<milliseconds>).
Script pada block javascript yang dituliskan kira-kira dapat berbentuk seperti ini
<script type=”text/javascript”>
//menuju ke fungsi show_date() 1000 milidetik atau 1 detik kemudian
window.setTimeout(“show_date()”,1000);
function show_date(){
var tanggal = new Date();
document.getElementById(“tempat_tanggal”).innerHTML= tanggal.toLocaleTimeString();
//kembali ke awal fungsi show_date() 1000 milidetik atau 1 detik kemudian
setTimeout(“show_date”,1000);
}
</script>
Kira-kira begitulah ide dasar dari pembuatan real-time clock pada web. Representasi dari jam dapat dikembangkan menjadi animasi dengan mengganti-ganti gambar clock atau menggeser-geser jarum jam pada clock untuk setiap perubahan waktu yang terjadi, tidak harus menggunakan method toLocaleTimeString() atau method-method string lainnya.
Sekian…wassalam.
P.S. coba temen2 buat script untuk countdown timer. Misal: untuk dalam selang waktu n jam / menit / detik tiba-tiba halaman web nya nutup sendiri :> jangan lupa di-posting di komentar
Posted in IF2-an, Pemrograman Web
Jadi keinget sesuatu..
Pernah seorang temenku menanyakan sesuatu ttg sebuah soal Matematika sederhana. Sebenarny dia dah berhasil ngejawab soalnya dengan mudah, tetapi ternyata jawabannya disalahin. Padahal dya dah yakin bgt jawabannya pasti bener & ngehitung dgn teliti. Sesaat kemudian,aku menyadari sesuatu. Hi..hi..hi, aku cekikian ngeliat jawabannya. Dan dya pun terbingung-bingung ngeliat aku ketawa sendiri…. (memang aku ini gila kali ya??)
Nah, ini dia soal yang sederhana itu. Sekadar maen-maen dengan Matematika level SMP…
Pertanyaan : Berapa jumlah persegi yang ada pada gambar di bawah ini?Mengapa demikian?
Ayo dijawab… Jangan lupa beserta alasannya ! 8>
Posted in Matematika
LIGHT EMITING DIODE
Selama ini, kelebihan yang dimiliki LED dibandingkan bohlam adalah penggunaan daya yang jauh lebih efisien. Namun demikian, intensitas cahaya yang dihasilkan LED tidak dapat sebanyak atau seterang bohlam. Jadi, LED belum bisa menggantikan fungsi Bohlam sebagai alat penerangan.
Para ahli elektronika dari Universitas Glasgow, Skotlandia, telah menemukan cara untuk meningkatkan intensitas cahaya LED yang disebut Nano Imprint Litography. Tapi teknik yang sedang diimplementasikan saat ini memakan biaya yang sangat mahal dan boros waktu sehingga Bohlam masih dianggap layak sebagai alat penerangan utama. Namun baru-baru ini, tim mereka telah menemukan cara untuk membuat miliaran lubang ke banyak LED dengan kecepatan tinggi dan murah. Nah, siap2 aja nanti era Bohlam bakal berakhir dan diganti dengan era LED :>
Sumber : >> www.fisika.net
Posted in Physics, Science & Tech