VLAN (Virtual Local Area Network)


Pada saat aku ngeliat-liat suatu Network Diagram, aku menemukan suatu istilah yang tak kupahami, yaitu VLAN (Cuma tau LAN-nya doank, V-nya apaan yah??). Rasa penasaran langsung bersemayam dibenakku, huehehe(kyknya terlalu berlebihan..) Langsung aj aku cari2 di dunia maya apa itu istilah VLAN. Dan ternyata VLAN tuh seperti ini toh :

DEFINISI
VLAN(Virtual Local Area Network) ternyata merupakan pengembangan dari LAN. VLAN adalah suatu model jaringan mirip LAN namun tidak terbatas pada lokasi fisik. Oleh karena itu, jaringan ini dapat dikonfigurasi secara virtual tidak bergantung pada lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation. Alat yang menjadi kunci utama sehingga jaringan dapat dikonfigurasi secara lojik adalah switched.

CARA KERJA
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode(tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses, dsb. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalams suatu database. Jika tag-nya berdasarkan port yang digunakan, maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengatur hal tersebut, maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable. Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama. Switch akan menentukan ke jalur mana data-data akan diteruskan. Selain itu, dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang di dalamnya. Sedangkan, alat yang menghubungkan antar VLAN adalah router.

TIPE-TIPE VLAN
VLAN dapat diklasifikasikan berdasarkan port yang digunakan, MAC address, atau jenis protokolnya.

1. Berdasarkan port

Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat tabel:

Port 1 2 3 4
VLAN 3 3 1 2

Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus
berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.

2. Berdasarkan MAC Address

Keanggotaan suatu VLAN dapat pula berdasarkan MAC address dari setiap workstation/komputer yang dimiliki oleh user. Mekanismenya adalah dengan cara mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN (dilakukan oleh switch). Pengklasifikasian berdasarkan MAC address menjadi solusi untuk menangani permasalahan apabila VLAN dibentuk berdasarkan port. Setiap user dapat berpindah-pindah tanpa perlu melakukan konfigurasi ulang VLAN. Namun demikian, konfigurasi MAC address dilakukan secara manual sehingga kurang efisien untuk jaringan yang memiliki banyak workstation.

MAC address VLAN

132516617738 1

272389579355 2

536666337777 2

24444125556 1

3. Berdasarkan Tipe Protokol pada Layer 3 atau IP address yang digunakan

Pada pengklasifikasian ini, bridge/switch mengecek payload field dari setiap frame. Contohnya: melakukan pengklasifikasian setiap IP machine ke suatu VLAN dan setiap AppleTalk machine ke VLAN yang lain. IP address dapat juga digunakan untuk mengidentifikasikan suatu mesin. Strategi ini sangat menguntungkan ketika workstations yang digunakan adalah notebook yang dapat dipindah-pindahkan.

PERBEDAAN LAN v.s. VLAN

Perbedaan mendasar dari LAN dan VLAN adalah bahwa bentuk jaringan LAN sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa kelemahan. Sedangkan, VLAN memungkinkan tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam 1 VLAN dapat tetap saling terhubung walaupun terpisah secara geografis. Untuk lebih jelasnya, lihat skema di bawah ini.

Skema Konfigurasi LAN

[hub] – [A] – [A] – [A] {lan A, di Departemen/Divisi/lantai/dll A}

|

[Router]->[hub] – [B] – [B] – [B] {lan B, di Departemen/Divisi/lantai/dll B}

|

[hub] – [C] – [C] – [C] {lan C, di Departemen/Divisi/lantai/dll C}

Skema Konfigurasi VLAN

[switch] – [A] – [C] – [B]

|

[Router] -> [switch] – [B] -[C] – [A]

|

[switch] – [B] – [A] – [C]

Dengan demikian, penggunaan VLAN akan memberikan kemudahan-kemudahan baik secara teknis maupun operasional dibandingkan dengan VLAN.

REFERENSI

1. Tanenbaum,A. Computer Network, 4th Edition. 2003. Prentice Hall

2. y3dips, Virtual Local Area Network, http://ezine.echo.or.id

VLAN (Virtual Local Area Network)

4 thoughts on “VLAN (Virtual Local Area Network)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s