Posts filed under 'Curhat'

“Berita dari Masjid Nabawi…” (pesan-pesan yang tampaknya baik namun mengesalkan)

Akhirnya ‘gatel’ juga untuk mengomentari sesuatu.

– mode kesal : on –

Apakah Anda pernah atau sering mendapatkan pesan seperti ini (di milis, sms, facebook, dll)??

Pesan I

BERITA DARI MASJID NABAWI..BERITA PENTING.BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA. SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA : ‘AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW’ WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA . ‘Pada malam tatkala hamba membaca Al’Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, ‘didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :

1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya

2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.

3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampumelaksanakan.

4. Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakankepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT.’

Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia : – Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW. – Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 (lima )waktu. – Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu. – Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji. PERHATIAN : Bagi siapa saja yang membaca suratini hendaklah menyalin/mengcopynya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/ kiamat. Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit,Al’Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik. Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa. Dan Barang siapa yang menyebarkan suratini sebanyak 20 (dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/ rekan-rekan anda atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh setelah dua minggu kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha di Bandung , setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (duapuluh) lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya. Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang Surat ini, Dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya. Perlu diingat kalau kita sengaja tidak memberitahukan surat ini kepada orang lain, maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal apabila mendapat bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar. Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopyny a dan menyebarkannya kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar atau rezeki yang tiada disangka-sangka. Suratini ditulis S.T. STAVIA sejak itu surat ini menjelajah dan mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai kepada Anda. Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datang kepada Anda dan keluarga Anda, KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI ! 1. Tn. Mustafa mantan menteri Nasabah Malaysia ,dipecat dari jabatannya karena beliau lupa setelah menerima suratini, tidak menyebarkannya, kemudian beliau ingat suratini, lalu beliau menyalinnya dan Menyebarkannya sebanyak 20 lembar. Beberapa lama kemudian beliau dilantik kembali menjadi menteri Kabinet. 2. Tn. Gojali mantan menteri Malaysia telah menerima surat ini, kemudian beliau menyalinnya sebanyak 20 lembar dan menyebarkannya, dan beberapa hari kemudian beliau mendapat keuntungan yang luar biasa besarnya… Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut diatas sebagai bukti, untuk itu saya sarankan agar Anda tidak merahasiakannya, dan anda segeralah menyebarkannya untuk teman-teman atau rekan-rekan Anda. Tunggu kabar baik dalam waktu dua minggu setelah Anda menyebarkan suratini. Allah SWT akan meridho’i niat baik Anda, selamat bertugas dan berkarya. Salam, PENJAGA MAKAM RASULULLAH SAW SYECKH ACHMAD-MADINA ——————--”

Dah sekitar 2 hari aq ga buka inbox fesbuk. Aq perhatiin inbox ku bertambah dari 50 jadi 60 pesan. Ternyata 8 dari 10 pesannya berisi pesan diatas.

Trus tadi siang tiba2 ada sms dari nomer tak dikenal masuk ke inbox ku, yang maksudnya mirip2lah tapi dengan konteks yang berbeda. Pesannya kyk gini :

Pesan II

Di saat ibumu tidur lelap, cb kamu pandangi dy dlm2 dan bayangkan matanya tak akan terbuka utk slmnya. Tangannya tk mampu uk menghapus ari mata kmu dan tk ada lagi nasehatnya yg selama ini sering kmu abaikan. Bayangkan apabila ibumu sdh tiada ‘n apakah kmu sudah mampu membahagiakannya? Yg skian kalinya dya selalu membahagiakanmu, memnuhi kehendakmu. Apakah kmu pernah terpikir betapa besar pengorbanannya? Krm sms ini ke 15 temanmu. Jangan smp pts di kmu dalam waktu 24 jam,apabila putus di kamu, ini akan menjadi kenyataan, apakah arti sebuah pulsa dibandingkan seorang ibu?

Lalu aq mengajukan pertanyaan2x kepada diriku sendiri :

- Merasa kesal?? yap.. Inbox jadi nambah ga keruan

- Diturutin ga pesannya? hell no!! nyape2-in aja. -_- buang2 waktu, tenaga, ‘n pulsa.. Dari dulu juga aq ga pernah nanggepin ni pesan.

Ya begitulah kekesalanku di hari minggu ini yang cukup mengganggu ‘mood’.

Hey, bukan berarti aq ga mau nyebarin kabar baik (pesan I). Bukan berarti aq juga ga sayang sama ibu (pesan II).  Bukan berarti pula aq org yang sompral gara2 ga mau meneruskan isi pesan. Terlepas dari bener apa ga nya isi pesan2x diatas ataupun yang sejenisnya, kenapa di akhir pesan selalu ada kata2 berupa ‘ancaman halus’ kepada pembaca? Aq SANGAT YAKIN kalo keadaan tidak bergantung dengan apakah kita melanjutkan pesan2 itu atau ngga’.  Seandainya memang benar Tn. Gojali dipecat (pesan I), aq yakin itu bukan gara2 ia ga mengirimkan pesan. Seandainya kejadian pada pesan II memang bener2 terjadi (naudzubillah), aq juga yakin itu bukan gara2 ga melanjutkan sms ke org2. Toh semua kejadian sudah ditentukan oleh Sang Maha Penentu.

– mode kesal : off –

Bagi para pembuat sumber pesan, berhentilah utk membuat pesan2 semacam ini, yang hanya sekadar meraup keuntungan duniawi semata dengan memanfaatkan kelemahan psikologis pembaca pesan. Bagi para penerima pesan, berhentilah utk ikut2 meneruskan pesan ke org2 yang bakal membantu sumber pesan utk mendapatkan keuntungan. Dan kalaupun Anda memang berniat baik, tidak bersikap egois,  dan ikhlas ingin mengirimkan pesan ini, harap kalimat2 terakhir yang berisi ‘ancaman lunak’ dihapus terlebih dahulu.

Jika dianalisis lebih lanjut, pesan I mencoba memanfaatkan pembaca yang keberagamaannya seperti budak atau pedagang (seperti hadits yang disabdakan oleh Rasulullah saw mengenai tingkatan keberagamaan), yang keberagamaannya berlandaskan ketakutan ataupun berlandaskan kebaikan/keuntungan yang bakal menimpa diri sendiri. Sedangkan pesan II mencoba memanfaakan ketakutan dari pembaca akan kehilangan orang-orang yang dicintainya. Percayalah! pesan2 sprt itu bukanlah seperti pisau yang akan menusuk Anda secara ‘ajaib’ apabila Anda tidak menuruti kehendaknya. Selalu pakailah pikiran logis yang sudah Anda miliki di setiap saat, termasuk hal2 yang menyangkut tentang keberagamaan. Karena ajaran agama pun sebenarnya ajaran yang sangat logis dari Yang Maha Logis. :)

Well, aq pribadi benar2 tidak percaya dengan pesan2 seperti itu dan jelas tidak akan meneruskan pesan. Akal sehatku mengatakan bahwa pesan2 tersebut tidaklah logis. Aq baru percaya jika ada seseorang yang mampu menjelaskan secara gamblang dan logis bahwa ada pengaruh dikirim atau tidaknya pesan2x seperti itu dengan kebaikan dan keburukan yang terjadi. fiuuh…

4 comments June 14, 2009

What a rock !! @ Rockchoir Concerta

Malem sabtu (jumat, 5 Juni 2009), ITB Students Orchestra (ISO) kembali konser berkolaborasi dengan PSM, Apres, dan Panas Dalam. Konser bertema Rock  ini diadakan oleh 8EH Radio ITB, dalam rangka merayakan hut 8EH ke-46 (te2p ternyata ga ada unit yang lebih muda dari ISO yang baru berumur 5 thn :P ).Total lagu2 yang kami bawakan ada 7 lagu yaitu Overture (Erwin Gutawa), I don’t wanna miss a thing (Aerosmith), Mahadewi (Padi), Sweet Child ‘O Mine (GNR), Memories (Within Temptation), Our Solemn Hour (Within Temptation), dan Bohemian Rhapsody (Queen).

Yang membuat malem itu spesial adalah pertama kalinya aq memimpin konser yang cukup besar, tidak hanya memimpin ISO,  tapi juga PSM dan band apres. Selama lebih kurang 6 bulan aq berperan sebagai Conductor & Music Director di ISO, inilah konser yang paling emosional. ISO tampil bukan sekadar sebagai pelengkap acara, atau mengiringi acara lainny, tapi sbg aktor utama bersama PSM+apres+panas dalam.

Akhirnya terbayar sudah kerja keras selama 1 bln penuh ini. Kerja keras buat meng-aransemen lagu, melatih orkes, memimpin latihan gabungan bersama band dan PSM, sound check & gladi, dsb. Makasih buat semua pihak yang telah membantu suksesnya Rockchoir Concerta malam itu. Dibalik segala kekurangan dan keterbatasan yang terjadi pada malam itu, tapi tetaplah “What a rock nite !!” Selama meng-conduct aq bener2 hanyut dalam suasana rock yang diselimuti keindahan gesekan biola dan kemegahan suara choir.

Fiuuh, sampe skrg aq ga bakal menyangka ‘n masih ga bisa paham kalau kiprahku di bidang musik sampe sejauh ini. Aq masih berpikir aq hanyalah pemain piano amatiran yang suka  bermain piano dg niatan hanya sekadar utk mencari kesibukan di waktu luang. Tapi skrg justru inilah kesibukan yg paling menyita waktu, dan pekerjaan lainnya hanya sekadar pengisi waktu luang ;p Mungkin bisa dikatakan kegiatan2 rutin lainnya jadi terganggu, khususnya proyek Tugas Akhir-ku, huhu -_-

Tapi, terlepas dari itu semua, aq menjalani ini dg perasaan tidak merasa terbebani sama sekali. Ga ada alasan khusus knp aq tetap bertahan di titik ini. Sampe skrg, yg kupikirkan selama aq mengerjakan musik hanyalah untuk bersenang-senang. Aq sgt menikmati pekerjaanku sebagai conductor dan juga sbg pemain piano :) Mungkin inilah yg disebut “unconditional love”, bener ga siy?? hehe..

5 comments June 7, 2009

It’s a very relax sunday afternoon !

I’m so sorry MyBlog ! Baru skrg aq bisa nengok kamu lagi.  Duh, kesian banget siy ni Blog. Dah berbulan-bulan ga di-’mandiin’ sama tulisan2, haha…

Yawdh dimandiin dulu yah :p (horay, kopi susu anget datang, slurp…slurp )

Pake apa yah dimandiinnya ?? sebenernya bingung juga mo nulis apaan. kyk kekurangan bahan buat nulis. padahal bnyk bgt momen2 penting yang dah aq lalui selama ninggalin MyBlog. pertanda aq kurang menghayati setiap momen yang dilewati.huhu..

Cuma hari ini ada sesuatu yang spesial. I think today is one of my most relax sunday afternoon! . Bisa-bisanya ya jadi hari spesial. Dah seharusnya kan hari minggu dibuat untuk hari relaksasi? Tapi memang bener2 spesial buat aq yang akhir2 ini jarang banget nikmatin hari minggu karena berbagai kesibukan yang mau ga mau ada di hari minggu.  kesian bgt deh gw  -_-

Eh, mgkn kurang tepat juga deh kalo relaks di sini berhubungan langsung dgn aktifitas yang dikerjain. Sebenernya banyak banget antrean kegiatan yang harus aq kerjain buat besok2nya. But i choose not to do anything else and try to release my stress today. Selamat tinggal dulu sejenak TA, aransemen musik, proyek, de el el.fiuuhh…  (tampaknya siy kayaknya ada yang salah sama manajemen waktu nih -_-)

Sekarang waktunya untuk ‘egois’ alias memikirkan diri sendiri dulu kk. Btw, gmn kbr aq skrg?? ?

Spiritual ?

  • merasa bahwa keimanan agak sedikit menurun, fiuuh. dah mendeteksi timbulnya gejala2 penyakit hati. harus segara diobati nih !

Karir ?

  • ga terasa skrg dah di akhir masa kuliah S1 (insyaAllah, hehe). semoga TA cepet beres
  • skrg aq dipercaya jadi Conductor&Music Director-nya ITB Students Orchestra. bbrp wkt lalu smpt meng-conduct di depan para petinggi RI1, termasuk pak SBY ‘n JK. deg2an-nya setengah mati :p
  • masih nge-band2-an koq, terutama di even2 wedding. untuk proyek band rekaman, kemaren dah sempet buat video klip ‘n skrg mo release album mini.
  • masih ngajarin anak2 SMA mata pelajaran fisika & math, walaupun dah agak jarang.
  • masih mroyek buatin software
  • sejauh ini keuangan aman2 aja

Sosial ?

  • makin banyak teman & relasi ^_^

Jodoh ?

  • wah gmn yah?? masih bingung nih, hehe… harus bener2 diniatin ga siy utk urusan ini??

Apa ini bisa dibilang penurunan performa diri? yap.. kondisi spiritualku skrg ini perlu utk ditingkatin lagi. hmm..  mungkin ini yg jadi penyebab aq ga bisa relax di hari minggu. Coz’ Relax is a choice, man !. It doesn’t depend on how busy you are. Betul ga siy??

Terlepas dari itu, kayaknya kita semua emang butuh libur ya. terutama libur pikiran sejenak. jadi inget pesan dari Imam Khomenei buat cucunya (yg waktu itu masih berusia remaja) yang masih juga belajar di hari minggu : “Berliburlah kamu.. Untuk anak seusia kamu itu perlu berlibur. Sebab kamu tidak bisa memulai bekerja dengan baik jika tidak berlibur”.

So, Happy Sunday !!! :)

Add comment May 24, 2009

Waktu Bangun Terpagi & Tidur Tercepat

Hari ini lumayan ‘bersejarah’ karena hari inilah pertama kali gw bangun tidur sebelum adzan subuh selama liburan akhir tahun ini. :p (wah, parah2x..). Ga hanya itu, cara gw bangun tidur pagi ini juga unik banget.

Begono ceritonyo…

Tadi malem gw tidur di ruangan studio rekaman tempat temen. Selagi mencari kantuk,  gw maen2in piano dulu di studio dan akhirnya dapet juga kantuknya kira2  jam 1/2 3 pagi ‘n langsung tepar, ditemenin ma bantal kepala ‘n guling.

Tidur kali ini kayaknya serasa enak bgt. Udara Bdg malem ini ga panas2x amat ‘n juga ga dingin2 amat. Selain itu, ‘mimpi2 nan indah’ juga berseliweran menemani gw tidur…(eits, jangan mikir yg macem2 gan..).

Nah ini dia yang ga enaknya dateng. Tiba2 gw merasa terbangun.  Tiba2 lagi,….. speaker yang ad di studio nyala sendiri !! ‘n seketika ada suara orang yang ngomong dari speaker itu. Gw tau persis suara ini berasal dari microphone di studio ini juga. Tapi,…. tapi…. pas mata gw menuju ke microphone, di sana ga ada orangnya !! So, siapa yah yang ngomong??? Dengan suara yang nge-bass ‘n berat, dia ngomong kyk gini :

“Hai ghifar, perkenalkan saya microphone. Sekarang dah hamir jam 1/2 5. Siap-siap sholat subuh. Atau kalau tidak kamu bakal….!@!@#$%@!”

Gw kaget ‘n takut bukan kepalang. Dari kepala microphone itu tiba2 muncul rambut2 halus warna putih (kyk rambut kuntilanak di pelm KUNTILANAK !). Gw langsung mo loncat dari tidur gw, ngambil posisi berdiri ‘n lari. Tapi… koq badan gw kyknya ga bisa digerakin yah??? Masih aj gw terlentang di lantai studio !! Badan gw serasa di lem di lantai. Duduk pun ga bisa. ‘n rambut2 halus di microphone bertambah banyak. Tumbuhnya juga ke arah gw !!! aaagghhhhhhhhh !!!!!!!!!!!!!!

Slepp… akhirnya gw kebangun. Oh, yang ini ternyata bangun beneran, fiuuh. bukan’ rasa2nya’ kebangun lagi. ‘n ternyata speaker masih dalam keadaan mati. begitu juga microphonenya, ga ada rambut2 putihnya. alhamdulillah… tanpa menunda2 lagi gw langsung bangun ‘n ngambil air wudhu. ga peduli walau gw cuma tidur 2 jam ‘n mata gw masih berat banget. aah, segernya air subuh ! dah lama gw ga ngerasain air wudhu sebelum adzan subuh… selagi menunggu adzan subuh, gw sholat sunat 2 rakaat terlebih dahulu dgn niatan sholat malam. dan subuh pun tiba. ah, segernya abis sholat subuh di waktu yg tepat. spontan kantuk gw pun ilang..

heeh, menurut gw, mgkn inilah salah satu cara Allah memberikan sinyal ke hamba-Nya yang dah mulai acuh tak acuh ma urusan ibadah. Gw ga bisa pungkiri akhir2 ini gw emang sering menunda-nunda sholat. Ga nganggep sholat sebagai urusan yang paling penting dari segala urusan gw. Terlalu terlena ma ‘kesenangan2′ setelah libur akhir tahun. ‘n efeknya, gw jadi susah bangun pagi. Tampaknya hari ini gw ‘dipaksa’ untuk bangun subuh lagi, biar kedepannya jam biologis gw kembali ‘normal’. Memang kasih sayang Allah meliputi segala sesuatu, termasuk ke hamba-Nya yang dah mulai ‘lupa’ sama Dia.

Sehabis itu, gw kembali beranjak ke ruangan studio. Dengerin lagu berjudul “Dewata” karya Tohpati, sambil nge-net ‘n ditemenin kopi Chococino. Aah, nikmatnya! Alunan bunyi gitarnya bung Tohpati nan indah ditemenin kopi berasa coklat menjadi “ucapan selamat pagi yang ‘berbeda’ bwt gw hari ini “. Hmm… aktifitas hari ini lumayan padet. Latihan band bwt persiapan Java Jazz ‘n manggung di Jakarta tanggal 3 Januari nnt ngiringin Pak Christopher Abimanyu. “Happy Music Day !” :)

7 comments December 29, 2008

Bingung ??

Aq lagi bingung..

Bingung mo nulis apa di sini. Tiba2 jadi ga mood buat nulis. Padahal tadinya mo nulis ttg pengalaman selama bulan Ramadhan dan lebaran di kampung halaman. Ywdh deh, kapan2x aja.

Sebenarny siy aq bkn hanya ga mood buat nulis aja. Intiny mah aq lagi bingung ma hidupku. Ya jadi ga mood dech.

Emang susah ya jadi org ikhlas…Masih aja ada perasaan pamrih. Kenapa yah susah banget merelakan hal-hal yang paling dicintai? Atau aq aja yang udah salah mencintai?

Fiuhh……

5 comments October 14, 2008

Pa kabar say? Apa kamu baek2 aja?

(Postingan ini sebaiknya ga usah di baca yak? lagi nyampah ni, ga ada ide mo nulis apa, tapi tetep pengen nulis ajah)

Apa kabar sayang? Gmn kabarmu?

Duh kasian banget blog-ku tersayang ini. Dah sekitar 3 minggu ga pernah dikasih makan dgn tulisan-tulisan oleh si empunya. Boro-boro dgn tulisan yang berkualitas (emang pernah ya??). Dgn tulisan-tulisan ’sampah’ pun udah ga pernah lagi. Nih sekarang aku kasih kmu dengan tulisan ’sampah’ deh. Gpp yah say?? :(

Maafin aq yah say. Aq akhir2 ini sibuk banget, sampe2 ga bisa ngunjungin kamu lagi. Sekarang aku dah netep di Bandung lagi. Kerja praktekku di Jakarta dah selesai. Habis KP, mulai bertumpuk lagi deh aktifitas-aktifitas rutinku yang biasa ku kerjain selama di Bandung.

Wah, dah seberapa banyak momen indah ya yang dah kulewati selama ini tanpa bersamamu?

hiks3x.. :(

Setelah KP, aq mulai sibuk ngajar lagi. Seneng dech ketemu murid-murid baru, yang pada semangat belajarnya. Maen futsal 1 minggu sekali mulai digalakkan kembail. Aq juga mulai sibuk nge-band nge-band-an lagi, ‘ngamen’ di berbagai acara2 wedding & konser bersama ITB Student Orchestra di acara penerimaan mahasiswa baru. Antrian order aransemen lagu pun dah mulai bertumpuk kembali. Trus, sekarang juga lagi mroyek buat software kecil-kecilan di berbagai instansi. Dan sebentar lagi waktu kuliah pun tiba. Dah jadi SWASTA ni skrg (ga terasa ya?padahal perasaan baru aja masuk kuliah..). Di semester ini, SKS yang ku ambil banyak banget, karena harus nyicil beberapa mata kuliah S2 selama di S1. Aku takut say.. takut ga bisa sering-sering ketemu dgn kmu lagi.

Godain aq terus donk say, biar aq tetep rajin ngunjungin kmu trus di sela-sela kesibukanku…

(jijay kan liat tulisannya? kan tadi dah dibilangin di atas, jangan dibaca ! hi3)

6 comments August 16, 2008

Ga ramah….. huh sebel…

Kalau mo membanding-bandingan, pengalamanku ketika berhadapan dengan orang-orang di beberapa institusi pemerintahan, pelayanan yang disuguhkan sungguh kurang ramah dibandingkan dengan institusi swasta, termasuk di kampusku sendiri. Sebel deh… Trus, senin kemarin waktu membeli tiket di loket stasiun kereta api Bandung, seorang mba’-mba’ sedikit pun sama sekali ga tersenyum (cantik-cantik koq jutek).. Padahal aku dah berusaha masang tampang senyum dengan mba’ itu. Tambah sebel lagi deh..Tinggal senyum aja apa susahnya sih ya?

Bukan hanya di loket stasiun kereta. Di maskapai penerbangan-lah, di bank-lah, di kantor pos-lah, di loket jalur Busway-lah, di PLN-lah, pokoknya hampir sebagian besar organisasi/perusahaan yang dikelola pemerintah yang pernah aku temui memang bener2 membuat klien sebel. Coba bandingkan dengan servis dari institusi-institusi swasta…

Ada apa ini semua?? Hmm, aku memamklumi siy. Memang, duit yang didapatkan dari institusi pemerintahan memang ga seberapa dibandingkan institusi swasta. Lagian kalo di institusi pemerintahan, mereka merasa bahwa kita yang butuh mereka, sedangkan kalo di institusi swasta, mereka merasa bahwa merekalah yang membutuhkan kita. Tapi apa memang keramahan itu ditentuin oleh faktor-faktor tersebut? Apa memang kalo seseorang merasa ga dapet duit banyak alias kurang sejahtera artinya ga boleh ramah dengan orang lain? Apa memang ada aturan kalo pegawai-pegawai pemerintahan dilarang ramah? Apa memang ramah itu cuma ditunjukkan kalau kita merasa butuh dengan klien, kayak di instansi swasta? Artinya minta pamrih donk? Atau jangan-jangan budaya ‘ga ramah’ di lingkungan pemerintahan ini merupakan efek samping akibat ‘permainan kotor berjamaah’ ala pejabat pemerintah? Ah, udah ah, pusing mikirinnya. Setahuku, ketidakramahan seseorang tuh dipengaruhi oleh tingkat stress yang tinggi. Artinya, orang-orang diinstansi pemerintahan sekarang dah pada stress semua (bukan bermaksud menggeneralisasi). Udah stress, ditambah ga ramah, malah tambah stress deh.

Apa susahnya untuk bersikap ramah? Padahal dengan tersenyum sedikit aja, seseorang dah bisa dibilang ramah. Bukannya kalo senyum itu ibadah? Bukannya ramah itu menambah kebahagiaan kita? Huh, sebel…’n sekaligus prihatin.

Sekali lagi, tulisan ini bukan bermaksud untuk menggeneralisasi permasalahan. Cuma sekadar melampiaskan ke-‘sebel’-an di hati aja. Masih ada juga koq mas mas, mba’ mba’, ibu ibu, bapak bapak di institusi pemerintahan yang masih ramah, di tengah-tengah kacaunya dunia pemerintahan. Makasih banget atas keramahannya. Semoga Tuhan membalas ibadahnya.

13 comments July 15, 2008

Takut Mati

Di suatu hari pernah aku ditanya oleh seorang sahabat yang bijak -semoga Tuhan membalas semua amal perbuatan mulianya, “Far, loe takut mati ga?” Akupun menjawab, “Gw lagi belajar biar ga takut mati bro…, tapi sulit bgt”. Trus dia bertanya lagi, “Kira2 loe takut mati karena apa? Takut ninggalin dunia yang loe cintai ini, takut dengan proses kematiannya, atau takut dengan kehidupan sesudah mati?”

Dan aku pun langsung termenung, terdiam seribu bahasa ga mampu ngejawab pertanyaannya. Karena hati ini masih dilanda rasa takut yang luar biasa akan mati, akibat dengan kecintaan yang berlebihan dengan dunia yang fana ini. Mampukah suatu saat nanti aku bisa memutuskan hubungan percintaan dengan dunia ini? Semoga saja….

9 comments July 6, 2008

Kenapa ada masa lalu yang begitu indah?

Dahulu, di suatu malam –dan aku ga akan pernah melupakan malam itu, tibalah sesuatu yang mungkin menjadi salah satu hal yang terindah sepanjang hidupku. Di malam itu, hati ini telah diserang oleh sebuah kejutan yang mungkin menjadi kejutan terbesar sepanjang hayatku. Tidak disangka memang. Padahal sebelumnya tidak pernah terlintas di dalam hatiku sebesar zarrah pun untuk memakan serangan itu. Awalnya menyesal memang, karena membuat hati ini melanggar prinsip yang telah menjadi tonggak yang kokoh dalam jiwaku. Ya, artinya tonggak itu belum sepenuhnya kokoh. Tapi tak apalah, tak perlu disesalkan. Karena dengan ‘pembelotan’ itu, akupun mengenal sesuatu yang membuat aku mengubah hatiku. Hmm, bukan, bukan. Bukan aku. Melainkan Sang Pemilik Hati-lah yang telah mengubahnya.

Setelah serangan itu, hari-hariku pun menjadi begitu indah. Sujud syukur kehadirat-Nya yang membuat aku telah memakan serangan itu. Jiwa ini serasa memberontak dengan riangnya laksana atom-atom yang sedang dipanaskan. Tapi, apakah ini yang benar-benar disebut kebahagiaan sesungguhnya? Kebahagiaan yang membuat hal-hal yang biasa tampak luar biasa? Kebahagiaan yang menjadikan hal-hal yang buruk tampak menjadi indah di mata? Kebahagiaan yang melalaikan aku dari Sumber Segala Kebahagiaan?

Dan kebahagiaan itupun hilang. Tidak akan pernah lagi ada malam itu. Malam yang membuat aku melakukan ritual untuk mengingatnya setiap bulan. Malam yang menghabiskan waktuku untuk menikmati fatamorgana. Seringkali hatiku menangis perih melewati malam itu ketiga tubuhku terbangun di pagi harinya dan menyadari bahwa aku tidak lagi memiliki malam itu. Aku pun jatuh terpuruk ke dasar yang paling bawah. Perginya serangan kebahagiaan itu membuatku seakan-akan kehilangan segala isi dunia. Oh, mengapa Kau cabut kebahagiaan ini dariku? Apa salahku? Adakah suatu dosaku yang berat bagi-Mu untuk mengampuninya? Aku telah berdoa di setiap siang dan malam kepada-Mu agar kebahagiaan itu tidak pergi. Jikalau kebahagiaan itu akhirnya Kau ambil juga, mengapa Engkau memberikan kebahagiaan itu dahulu? Sekalian saja aku sama sekali tidak pernah memakan serangan itu agar aku tidak pernah merasakan sakitnya kehilangan kebahagiaan itu. Dan akupun bertanya kepada diriku dimana akupun sendiri tidak kuasa menjawabnya: “Kenapa ada masa lalu yang begitu indah?”

Tapi sungguh kasih sayang-Mu melebihi segala sesuatu. Engkau benar-benar memperhatikanku di setiap gerak langkahku. Engkau memang Maha Tahu atas segala yang menyerang hatiku. Sungguh selama ini aku telah lalai bersyukur atas segala karunia-Mu. Aku akhirnya sadar bahwa Engkau menjawab doaku, walaupun bukan itu yang aku pinta di dalam doaku dahulu. Tapi Engkau memberikan kepadaku yang terbaik untukku, bukan berdasarkan hawa nafsuku yang apabila Engkau kabulkan itu, mungkin aku akan jatuh lebih terpuruk lagi. Bukankah Kau pernah berkata mesra di dalam firman-Mu kepada rasul kekasihmu “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohonn kepada-Ku….” *). Demi diriku sebagai tebusannya, tidak perlulah diragukan lagi janji-Mu. Tapi sungguh aku ini makhluk yang papa, yang tak menyadari dan tak tahu berterima kasih atas belas kasihan yang telah Engkau curahkan kepadaku.

Jadi, buat apalah aku terus merasa jatuh, terus merasa kehilangan kebahagiaan itu. Padahal Engkau telah dan akan memberikan kebahagiaan lain yang jauh lebih berarti dibanding itu. Yang tidak akan lekang oleh masa, dan tidak akan pergi untuk selama-lamanya.

Secercah harapan mulai kembali menaungiku. Kini aku pun tahu jawaban dari pertanyaanku, “Kenapa ada masa lalu yang begitu indah?” Karena akan ada masa depan yang lebih indah…”Kenapa aku rindu sorak-sorai tanda kebahagiaan dihatiku dahulu?” Karena jika cukup bersabar, maka suatu saat nanti malaikat akan bersorak-sorai merayakan kemenangan di hari yang ditunggu-tunggu.

Bagi teman-teman yang memiliki jawaban lain akan pertanyaan “Mengapa ada masa lalu yang begitu indah?” ditunggu posting-an atau reply-nya  :)

*) Q.S. Al Baqarah(2) : 186

5 comments July 5, 2008

Jatuh Cinta dengan ……., Bahagia Rasanya

Aku lagi jatuh cinta. Bahagia banget rasanya : ) Siapakah gerangan yang membuat aku jatuh cinta?

Weitt, jangan berprasangka macem-macem dulu. Mungkin harusnya pertanyaannya diubah dulu. Bukan ‘siapa’, tapi ‘apa’. Karena memang bukan dengan ‘siapa-siapa’ yang membuat aku jatuh cinta.

Nah, udah saatnya titik-titk pada judul di atas diisi. Aku “Jatuh Cinta dengan mengajar, Bahagia Rasanya”. Sebenarnya kegiatan mengajar dah sejak lama aku jalani. Tapi baru dalam waktu dekat ini aku jatuh hati. Aku mengajar dimulai sejak SMA. Pertama kali, waktu itu, bu guru fisika ga bisa hadir. Temen2 sekelas memintaku untuk menjelaskan (walaupun dengan susah payah untuk mengeluarkan kata-kata gara-gara lafalku yang gagap dari bawaan orok, fiuh) pelajaran bab Mekanika di depan kelas. Dan akhirnya setiap si ibu ga hadir, aku biasanya menggantikan posisi si ibu fisika.

Masih di SMA, selanjutnya kegiatan mengajarku berlanjut di bidang yang laen. Aku ‘banting stir’ menjadi pengajar piano privat, walaupun dengan kemampuan yang pas-pasan . Inilah kegiatan mengajar ‘berhonor’ pertama yang aku jalani. Anak murid yang aku ajari piano waktu itu masih duduk di bangku kelas 5 SD. Waktu ditanya si orang tua murid berapa biaya les piano yang harus dibayar, aku malah bingung harus jawab berapa, karena memang aku belum punya pengalaman mengajar sebelumnya. Akhirnya aku menawarkan “Trial Edition” kepada si ortu murid tersebut ;p. Aku tawari masa percobaan les beberapa kali pertemuan kepada si orang tua, gratis. Kalau si anaknya suka, bisa dilanjut lesnya ‘n baru minta bayaran(jadi inget strategi jualan software, hihi).

Hari pertama mengajar piano, aku meminta si anak tersebut untuk memainkan 1 buah lagu, biar bisa mengukur sejauh mana kemampuan yang dah dimilikinya. Dan si anak pun memainkan 1 buah sajian lagu klasik sederhana karangan Mozart. Permainannya lincah dan akurat khas permainan piano klasik. Setelah itu, aku bercerita-cerita dengan si anak dan orang tuanya. Memang dari kecil si anak udah les piano dan udah bergonta-ganti guru piano klasik. Bisa ditebak dari kata-katanya, …‘bergonta-ganti guru’…, ya, artinya si anak & ortunya kurang puas & cepat bosan dengan guru-guru sebelumnya (wah, di dalam hati aku bergumam, siap-siap aja aku bakal dipecat cepat nih, hehe).

Dan memang ternyata tebakanku benar. Guru-guru piano terdahulu mengajar dengan cara ‘semi-militer’ (kayaknya aku terlalu berlebihan deh). Si anak sering dipaksa untuk bisa memainkan piano dengan baik dan benar. Bahkan ada salah satu guru yang suka membentak-bentak si anak jika melakukan kesalahan. Hasilnya? Hmm, memang bagus. Buktinya si anak mahir membaca partitur not balok dengan baik,serta hafal beberapa lagu klasik sederhana. Tapi, kemampuan yang dah dimiliki tidak sepenuhnya sesuai dengan requirement yang diinginkan si murid dan ortunya. Si anak ingin bisa memainkan lagu-lagu populer yang sering dia dengar di ‘tivi-tivi’ maupun di ‘kaset-kaset’. Dan si ortunya ingin anaknya bisa mengiringi mereka bernyanyi secara ‘on the fly’, atau spontan. (haha, sory terlalu banyak istilah-istilah Informatika yang dipake). Nah, ilmu tersebut ga bisa didapatkan si anak pada waktu belajar dengan guru2 piano terdahulu yang cenderung kaku dan ‘partiture-oriented’ (Sory lagi, bukan bermaksud ngajak perang dengan para pemain dan pencinta musik klasik ;p). ‘Pemberontakan’ si anak ini mengingatkan akan pengalamanku waktu kecil yang membelot dari aliran piano klasik gara-gara BT. Akhirnya selama belajar piano denganku, aku berhasil ‘menyesatkan’ si anak tersebut dari aliran musik klasik dengan mengajarinya konsep dasar musik dan lagu-lagu populer. Aku juga lebih menekankan pengajaran ‘hearing ability’ (kemampuan mendengar & menangkap nada-nada) sehingga si anak tersebut mampu memainkan lagu di piano tanpa membaca partitur not balok. Di akhir masa “trial”, si ortu melapor kepadaku bahwa anaknya jadi senang belajar piano dan ingin melanjutkan les pianonya. Wah, proyek ‘menyesatkan’ si anak sukses besar nih ! Hehe, mungkin yang membuat si anak senang les gara-gara aku sering mengajaknya bercanda, bukan karena les pianonya, :P . (guru macam apa kau ini ghifar).

Okey, kita hentikan dulu cerita barusan. Singkat cerita, murid-murid les piano privat ku pun mulai bertambah, dengan berbagai umur, latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Aku datang ‘n pergi dari rumah ke rumah, jalan ke jalan, kampung ke kampung, naek gunung turun gunung, turun jurang naek jurang, turun sumur naek sumur (haha, 3 poin terakhir cuma khayalan belaka). Kalo dihitung-hitung, semua penghasilan ngajarin les piano privat dihabisin oleh ongkos naek angkot doank, hihi. Tapi tak apalah karena aku menikmati kegiatan ini.

Mulai masuk tingkat I kuliah, aku kembali ‘mengepakkan sayap’ (halah) menjadi pengajar privat mata pelajaran SD, SMP & SMA. Tantangan paling gede yang aku alami selama mengajar adalah waktu mengajar anak SD. Sulit sekali mengkomunikasikan bahasa yang tepat agar mudah dipahami oleh anak2. Dan kita pun harus punya kesabaran yang cukup mumpuni untuk menghadapi kelakuan anak2, fiuuh. Di pertengahan tingkat II, aku menghentikan beberapa les privat karena aku mulai sibuk menjadi asisten instruktur di salah satu bimbingan belajar dan menjadi pengajar tidak tetap di SMA-ku dulu. Semenjak itu, kecintaanku akan mengajar semakin bertambah-tambah.

Apa ya yang membuat aku cinta mati dengan mengajar?? Hmm, entahlah. Yang pasti bukan karena penghasilan yang didapat. Mungkin kalau hanya sekadar masalah penghasilan, jumlahnya tak seberapa. Jika penghasilan dari mengajarku ditotalkan per bulannya tetep ga melebihi penghasilanku dari 2 kali manggung main band di berbagai acara. Namun saat ini, mengajarlah yang menjadi kegiatan yang paling aku cintai. Berinteraksi dengan murid-murid, membuat mereka dari ga tau menjadi tau, bersenda gurau dengan mereka, mendengar kabar kalo mereka dah lu2s dan masuk ke perguruan tinggi yang mereka cita-citakan –diantaranya ada yang menjadi adik kelasku, 1 jurusan maupun di jurusan yang lain di kampus ganesha tercinta -, merupakan kebahagiaan tersendiri buatku. Entah kebahagiaan itu datangnya dari mana. Mungkin aja datang dari sorga ;) Kebahagiaan itulah mungkin yang membuat segelintir guru-guru yang bersahaja rela berkorban dan mengabdi sepanjang hayatnya demi mencerdaskan anak-anak didiknya.

Seandainya orang-orang terbaik bangsa banyak yang bersedia menjadi guru dan ikhlas untuk membagi-bagikan ilmunya, mungkin bangsa kita akan menjadi bangsa yang cerdas dan kuat di mata dunia. Kenyataanya yang menjadi guru kebanyakan orang-orang yang terpaksa, atau orang kayak aku ini yang ga memiliki kemampuan apa-apa cuma mengandalkan kesenangan belaka. Dan kebanyakan dari orang-orang pilihan bangsa pergi meninggalkan kita untuk mencari ‘seonggok kertas’ yang bisa ditukar dengan apa saja demi memuaskan kepentingan pribadinya. Padahal sudah jelas perbedaan ilmu dan harta dimana ilmu akan semakin bertambah jika dibagi-bagikan, sebaliknya harta akan semakin berkurang…

Gimana teman2ku? Tertarikkah untuk ikut mencerdaskan anak2 bangsa?

(Tulisan ini dibuat setelah aku membaca beberapa profil orang-orang Indonesia yang menjadi ‘anak emas’ di negeri orang, dan bahkan di negeri kita sendiri orang-orang tersebut tidak populer, kalah jauh dibandingkan artis..he3. Miris… & ironis bgt)

13 comments July 5, 2008


Pages

Contact

Yang lagi Ngintip2

page counter

My Personality Type

Click to view my Personality Profile page

Kalender

November 2009
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Kategori

Komentar Terbaru

Indra Pratama on We will not go down
Nanda on Ramalan akan datangnya Imam…
windi rukbianto on Perbedaan Yahudi dengan Z…
Hamba Allah on “Berita dari Masjid Naba…
tyas on What a rock !! @ Rockchoir…

Tulisan Tebaru

Tulisan Teratas

Klik tertinggi

Archives

Dosen ITB

IF ITB

Other Friends

Meta

Statistik Blog

RSS PlanetIF