Posts filed under 'Science & Tech'
LED bakal ngegantiin fungsi Bohlam
LIGHT EMITING DIODE
Selama ini, kelebihan yang dimiliki LED dibandingkan bohlam adalah penggunaan daya yang jauh lebih efisien. Namun demikian, intensitas cahaya yang dihasilkan LED tidak dapat sebanyak atau seterang bohlam. Jadi, LED belum bisa menggantikan fungsi Bohlam sebagai alat penerangan.
Para ahli elektronika dari Universitas Glasgow, Skotlandia, telah menemukan cara untuk meningkatkan intensitas cahaya LED yang disebut Nano Imprint Litography. Tapi teknik yang sedang diimplementasikan saat ini memakan biaya yang sangat mahal dan boros waktu sehingga Bohlam masih dianggap layak sebagai alat penerangan utama. Namun baru-baru ini, tim mereka telah menemukan cara untuk membuat miliaran lubang ke banyak LED dengan kecepatan tinggi dan murah. Nah, siap2 aja nanti era Bohlam bakal berakhir dan diganti dengan era LED :>
Sumber : >> www.fisika.net
Add comment June 20, 2008
Prof. Dr. Andrivo Rusydi, syapa itu??
Saatnya,, mengenal lebih jauh salah satu ‘berlian’ dari tanah air. Mulai saat ini aq bakal sering2 menulis profil tenang orang-orang yang mengharumkan nama tanah air, biar bisa nyaingin berita gosipnya para selebritis, he3.. Lagian dengan mengetahui berita ttg profil para ‘berlian’ tanah air akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan mendengar kabar fitnah/ghibah gosip para selebritis (maaf,rada keras..)
Pasti pada ga kenal khan dg Prof. Dr. Andrivo Rusydi??(niy, ada fotonya di samping ) Padahal di kancah internasional kakak kita ini (hehe, sok akrab…) terkenal bgt se
bagai ilmuwan yang tengah melakukan penelitian di 3 negara, yaitu Amrik, Jerman, & Singapura. Kakak qta ini lahir di Sumatera Barat 22 tahun yang lalu ini, di usianya yang masih sangat muda dah jadi visiting professor bidang fisika di Universitas Hamburg, dan peneliti tetap di University of Singapore.
Kak Andrivo menempuh kuliah S1 di jurusan Fisika ITB (masih satu almamater nih ye..), lulus tahun 1998. Kemudian melanjutkan S2 & S3 di Rijuniversiteit Groningen, Belanda. Sembari kuliah di universitas yang sama, kak Andrivo melakukan penilitian di National Synchroton Light Source (NSLS) of Brookhaven National Laboratory (BNL), Amerika Serikat, sejak tahun 2001.
Di University of Singapore, Kak Andrivo tlah menjadi peneliti tetap. Riset inovatif yang dilakukannya di Hamburg berkisar di bidang energi soft X-ray scattering. Di dunia, tidak banyak ilmuwan yang berpengalaman di bidang tsb.
Belakangan ini, Kak Andrivo juga tengah meneliti di Universitas Hamburg, Jerman. Penelitian yang dilakukannya adalah mengenai nano-structure. Kak Andrivo beruntung dapat melakukan penelitian di Univ. Hamburg karena di sana memang giat mengadakan penelitian free electron laser yang pertama dan satu-satunya tempat di dunia dengan fasilitas Hasylab yang memberikan kesempatan untuk meneliti sesuatu yang baru. Selain meneliti, Kak Andrivo juga ditawari mengajari di Uni Hamburg untuk mata kuliah Advanced Solid State Physics di Jurusan Fisika.
Hmm, emang hebat ya kakak kita yang satu ini. Kapan kita menyusul nih?? Semoga terinspirasi.. :>

![]()
![]()

![]()

4 comments June 19, 2008
VLAN (Virtual Local Area Network)
Pada saat aku ngeliat-liat suatu Network Diagram, aku menemukan suatu istilah yang tak kupahami, yaitu VLAN (Cuma tau LAN-nya doank, V-nya apaan yah??). Rasa penasaran langsung bersemayam dibenakku, huehehe(kyknya terlalu berlebihan..) Langsung aj aku cari2 di dunia maya apa itu istilah VLAN. Dan ternyata VLAN tuh seperti ini toh :
DEFINISI
VLAN(Virtual Local Area Network) ternyata merupakan pengembangan dari LAN. VLAN adalah suatu model jaringan mirip LAN namun tidak terbatas pada lokasi fisik. Oleh karena itu, jaringan ini dapat dikonfigurasi secara virtual tidak bergantung pada lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation. Alat yang menjadi kunci utama sehingga jaringan dapat dikonfigurasi secara lojik adalah switched.
CARA KERJA
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode(tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses, dsb. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalams suatu database. Jika tag-nya berdasarkan port yang digunakan, maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengatur hal tersebut, maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable. Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama. Switch akan menentukan ke jalur mana data-data akan diteruskan. Selain itu, dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang di dalamnya. Sedangkan, alat yang menghubungkan antar VLAN adalah router.
TIPE-TIPE VLAN
VLAN dapat diklasifikasikan berdasarkan port yang digunakan, MAC address, atau jenis protokolnya.
1. Berdasarkan port
Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat tabel:
Port 1 2 3 4
VLAN 3 3 1 2
Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus
berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.
2. Berdasarkan MAC Address
Keanggotaan suatu VLAN dapat pula berdasarkan MAC address dari setiap workstation/komputer yang dimiliki oleh user. Mekanismenya adalah dengan cara mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN (dilakukan oleh switch). Pengklasifikasian berdasarkan MAC address menjadi solusi untuk menangani permasalahan apabila VLAN dibentuk berdasarkan port. Setiap user dapat berpindah-pindah tanpa perlu melakukan konfigurasi ulang VLAN. Namun demikian, konfigurasi MAC address dilakukan secara manual sehingga kurang efisien untuk jaringan yang memiliki banyak workstation.
MAC address VLAN
132516617738 1
272389579355 2
536666337777 2
24444125556 1
3. Berdasarkan Tipe Protokol pada Layer 3 atau IP address yang digunakan
Pada pengklasifikasian ini, bridge/switch mengecek payload field dari setiap frame. Contohnya: melakukan pengklasifikasian setiap IP machine ke suatu VLAN dan setiap AppleTalk machine ke VLAN yang lain. IP address dapat juga digunakan untuk mengidentifikasikan suatu mesin. Strategi ini sangat menguntungkan ketika workstations yang digunakan adalah notebook yang dapat dipindah-pindahkan.
PERBEDAAN LAN v.s. VLAN
Perbedaan mendasar dari LAN dan VLAN adalah bahwa bentuk jaringan LAN sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa kelemahan. Sedangkan, VLAN memungkinkan tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam 1 VLAN dapat tetap saling terhubung walaupun terpisah secara geografis. Untuk lebih jelasnya, lihat skema di bawah ini.
Skema Konfigurasi LAN
[hub] – [A] – [A] – [A] {lan A, di Departemen/Divisi/lantai/dll A}
|
[Router]->[hub] – [B] – [B] – [B] {lan B, di Departemen/Divisi/lantai/dll B}
|
[hub] – [C] – [C] – [C] {lan C, di Departemen/Divisi/lantai/dll C}
Skema Konfigurasi VLAN
[switch] – [A] – [C] – [B]
|
[Router] -> [switch] – [B] -[C] – [A]
|
[switch] – [B] – [A] – [C]
Dengan demikian, penggunaan VLAN akan memberikan kemudahan-kemudahan baik secara teknis maupun operasional dibandingkan dengan VLAN.
REFERENSI
1. Tanenbaum,A. Computer Network, 4th Edition. 2003. Prentice Hall
2. y3dips, Virtual Local Area Network, http://ezine.echo.or.id
3 comments June 11, 2008
Segores Pensil dapat Membuat Transistor Terkecil di Dunia!
Graphene, itulah nama materi yang dapat membuat transistor berukuran terkecil di dunia itu. Berdasarkan keterangan dari http://www.fisikanet.lipi.go.id/, Graphene berasal dari Grafit yang merupakan bahan baku untuk membuat pensil. Cukup dibutuhkan 10 buah atom Graphene dapat membuat sebuah transistor. Graphene ditemukan berkat kolaborasi antara Profesor Andre Geim dan Dr Kostya Novoselov
Dari jaman ke jaman sih, memang para ilmuwan bertujuan untuk terus menerus memperkecil ukuran transistor,terpengaruh dengan Hukum Moore yang mengatakan bahwa setiap 2 tahun sekali jumlah transistor pada prosesor akan meningkat sebanyak 2 kali.
Namun demikian, penemuan Graphene ini hanya sebatas pada penemuan bahan pengganti transistor saja, belum pernah diimplementasikan/dirangkai pada rangkaian sirkuit elektronika. Dan lagipula belum ada teknologi yang dapat memotong-motong bahan berukuran nano secara presisi. Paling tidak penemuan ini ke depan dapat menjawab tantangan untuk menciptakan prosesor terkecil dan tercepat di dunia.
Wah, gmn jadinya y nanti klo prosesor bener2 kecil bgt (ukuran nano)?? jadi takut ilang, he3
1 comment June 2, 2008

