Main Main dengan OSI(Apa Itu??)


Sekarang aku dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Bandung. Waktu di jam mobil telah menunjukkan pukul 00:13. Oiya, by the way, aku bersama 4 orang temanku habis melayat ke rumahnya salah seorang teman kami yang ayahandanya telah berpulang ke rahmatullah kemarin pagi. Semoga ruh yang suci mendapat tempat yang terhormat di sisi Allah swt.

Perjalanan pulang padahal baru aja dimulai. Tetapi, ketiga orang temanku yang duduk di kursi belakang tidak menunjukkan adanya ‘tanda-tanda kehidupan’ alias tertidur pulas. :> .Wah, artinya aku yang belum ngantuk bakal ga ada temen ngobrol deh. Tapi tunggu sebentar…,”emang si sopir (yang juga temanku) ga bias diajak ngobrol ya??” Bisa aja sih. Tapi daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan karena si sopir keseringan di ajak ngobrol, akhirnya aku memilih untuk membuka laptopku, mencari-cari sesuatu yang menarik perhatian.

Pada waktu windows desktop di laptopku telah terlihat, mataku tiba-tiba tertuju kepada ebook yang berjudul Computer Networks karangan Andy Tanenbaum (si guru besar, dedengkotnya dunia komputer yang telah banyak menulis berbagai buku teks ilmu komputer). Langsung aja aku meng-click 2 kali icon ebook tsb. Tiba-tiba, aku teringat dengan pesannya Pak Awang (dosen mata kuliah Jaringan Komputer) bahwa OSI Model penting untuk dipahami. Iseng-iseng aku meng-click indeks dari buku tsb yang berlabel Reference Model dan langsung ku baca2. Di bawah ini merupakan tulisan hasil rangkumanku akan pemahaman OSI Model.

Nah, sebenarnya apa sih OSI Reference Model itu? OSI (Open System Interconnection) Reference Model merupakan salah satu jenis model arsitektur jaringan komputer. Disebut OSI karena model tersebut berkaitan dengan masalah Open System- sistem yang ‘membuka diri’(open) untuk melakukan komunikasi dengan sistem lainnya. Dan disebut Reference Model karena model tersebut menjadi sumber rujukan untuk membangun sebuah jaringan. Pada saat ini, model tersebut sudah jarang dipake. Namun demikian, model tersebut perlu untuk dipelajari dan dipahami karena menjelaskan jaringan secara general serta ada beberapa fitur penting yang ada pada setiap layernya.

OSI Model memiliki 7 buah layer yang memiliki fungsi-fungsi tertentu, yaitu Physical Layer, Data Link Layer, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer. 3 layer pertama (Physical Layer, Data Link Layer, dan Network Layer) terangkai menjadi sebuah rangkaian yang menangani subnet. Sedangkan, 4 layer terakhir merupakan end-to-end layer yang menangani masalah yang berakaitan dengan user.Berikut ini penjelasan fungsi dari masing-masing layer.

1.Physical Layer
Physical layer memiliki fungsi yang fokus pada pentransmisian bit-bit mentah (raw bits) ke seluruh channel komunikasi. Layer ini juga bertugas untuk menjamin integritas bit-bit yang ditransmisikan. Misalkan, ketika salah satu node mengirimkan bit 1, maka node tujuan harus menerima bit 1 juga, bukan bit 0. Hal-hal yang diperhatikan dalam rancangan physical layer adalah sebagai berikut.

    1. Seberapa besar tegangan listrik (volt) yang dapat menghasilkan sinyal yang merepresentasikan bit 0 dan bit 1.

    Seberapa cepat sebuah bit ditransmisikan

    Aksi apa yang harus dilakukan jika ada 2 proses transmisi yang berlawanan arah terjadi secara bersamaan

    Bagaimana koneksi awal dilakukan

      Berapa banyak pin network connector serta apa saja fungsi dari masing-masing pin
  • Pada intinya, physical layer menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan mechanical, electrical, dan timing interface.

    2.Data Link Layer
    Tugas utama dari layer ini adalah mengelompokkan bit-bit mentah menjadi sebuah blok/data frames yang dapat dimengerti dan mentransmisikan frame secara sekuensial. Jika layanan tersebut bersifat reliable, maka penerima akan mengirimkan acknowledgement yang menandakan data telah sampai kepada pihak penerima. Tugas-tugas lainnya adalah sebagai berikut.
    Bagaimana menjaga agar penransmisian data tetap berlangsung dengan cepat meskipun kemampuan penerima tidak mendukung untuk proses penerimaan yang cepat.
    Untuk broadcast networks, terdapat fitur tambahan yaitu bagaimana cara mengontrol akses terhadap channel yang di-share. Untuk menangani masalah tersebut, ditambahkan sublayer khusus pada data link layer yaitu the medium access control sublayer.

    3.Network Layer
    Layer ini bertanggung jawab dalam pengontrolan operasi-operasi subnet. Produk dari network layer adalah kumpulan packet yang akan ditujukan ke layer berikutnya. Tujuan utama dari perancangan network layer yaitu untuk merutekan (routing) packet dari sumber ke tujuan. Routing yang dilakukan dapat berupa static routing yang hanya me-look up tabel alamat ataupun dynamic routing dimana alamat tujuan dari packet bergantung pada keadaan current network.
    Trus, hal apa lagi yang dapat ditangani oleh layer ini? Selain operation control dan routing, layer ini juga memiliki tugas-tugas yaitu
    menangani kondisi apabila terjadi bottleneck pada subnet.
    menangani hal-hal yang berkaitan dengan kualitas pelayanan jaringan (delay, transmit time, jitter, dll).
    menangani masalah heterogintas jaringan agar dapat menginterkoneksi antarjaringan yang memiliki perbedaan arsitektur.

    4.Transport Layer
    Fungsi utama dari layer ini adalah menerima data dari layer atas, membagi-bagi data menjadi unit-unit kecil, mengirimkan unit-unit tersebut ke network layer, dan menjamin potongan-potongan unit tersebut tiba ke alamat yang tepat. Layer ini juga menentukan layanan apa yang bakal diberikan ke Session Layer atau bahkan ke pengguna jaringan. Layanan yang paling popular adalah error-free-point-to-point channel yang mengirimkan pesan atau bytes yang terurut berdasarkan waktu pengiriman. Layanan yang lain adalah mentransport pesan yang terisolasi dengan tanpa jaminan akan keterurutan pengiriman, dan menyebarkan (broadcasting) pesan ke berbagai node tujuan.

    5.Session Layer
    Session Layer memungkinkan user yang menggunakan mesin-mesin yang berbeda dapat saling berkomunikasi dengan cara sessions. Sessions menyediakan berbagai layanan antara lain dialog control(mengatur giliran data-data yang akan ditransmisikan), token management(mencegah 2 buah parties untuk mengakses critical operation dalam waktu yang bersamaan), dan synchronization (men-checkpoin tempat transmisi agar memungkinkan untuk melanjutkan transmisi di tengah jalan apabila terjadi sebuah crash).

    6.Presentation Layer
    Presentation Layer tidak lagi menangani data yang mengalir pada jaringan berupa bit-bit, melainkan fokus pada penangan sintaks dan semantik terhadap informasi yang ditransmisikan. Agar dapat mengkomunikasikan 2 buah komputer yang memiliki perbedaan representasi data, struktur data yang akan dipertukarkan dapat didefinisikan secara abstrak. Kesimpulannya, layer ini memungkinkan struktur data abstrak dan struktur data yang high-level dapat didefinisikan dan dipertukarkan antara komputer yang satu dengan komputer yang lainnya.

    7.Application Layer
    Application Layer berisi berbagai protocol yang umumnya dibutuhkan oleh user. Salah satu protocol yang paling popular dan paling banyak digunakan ialah HTTP (HyperText Transfer Protocol) yang berbasis WWW. Contoh-contoh aplikasi protocol yang lain adalah FTP (File Transfer Protocol), Electronic Mail, dan Network News.

    Tidak terasa sudah hampir 2 jam perjalanan telah berlalu. Papan-papan petunjuk jarak yang terlewati telah terbaca tulisan 85 km. Kami berhenti dahulu di pom bensin terdekat untuk mengisi bensin, sembari ke toilet dan jajan di mini market. Hmm, ada untungnya juga yah teman-temanku yang duduk di kursi belakang semuanya pada tidur yang menyebabkan aku tidak ada teman ngobrol. Aku jadi bisa bermain-main sejenak dengan OSI Reference Model, he3… ;P

    3 thoughts on “Main Main dengan OSI(Apa Itu??)

    1. @tjah_ajoeku : sama2 ! :> , maaf klo banyak kurangnya. untuk lebih jelasnya, cek langsung aja baca buku sumbernya, Computer Networks,karangan Andi Tanenbaum.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s