Kesalahan Terbesar dalam Mendesain Web


hehe, dah lumayan lama aq ga nulis postingan yang rada seriusan dikit. skrg aj ah…..🙂

Lagi termenung di kamar,, ngedengerin musik2 klasik,, ngemil2,, tidur2an –  dengan harapan dapet ilham buat nge desain suatu web (berhubung skrg lagi dapet project baru). ‘n hasilnya te2p ga dapet2 ilham, hhe.

Langsung aja aq nyolok modem baru, konek to dunia maya, ‘n tanya om google ttg masalah web design, berharap om google bisa ngasih primbon yg ‘cocok’.

Wow, ternyata ada tulisan dari Pak Jacob Nielsen, sang ahli Design Usability, yang dulu namanya sering aq denger di kuliah Interaksi Manusia Komputer.  Menurut beliau, ada 10 kesalahan terbesar yang seharusnya tidak dilakukan dalam mendesain web, yaitu

1. Mesin pencarian yang buruk

Mesin pencari biasanya digunakan bila pencarian melalui navigasi gagal. Idealnya, hasil dokumen yang menduduki peringkat-peringkat teratas yang didapatkan dari mesin pencari merupakan dokumen yang paling relevan dengan user. Namun demikian, mesin-mesin pencari yang ada pada saat ini berbasis berapa banyak literal pada dokumen yang cocok dengan kalimat query. Banyaknya literal yang cocok pada suatu dokumen, belum tentu relevan bagi user. Menurut pak Jacob, sebaiknya mesin pencari menampilkan informasi “best bets”, yaitu dokumen-dokumen yang paling sering di ambil untuk query tertentu.

2. File PDF yang digunakan untuk membaca online

Adanya halaman berformat PDF yang dibaca secara online dapat memperlambat flow dalam melakukan aktifitas berselancar. Selain lambat untuk dibuka, terkadang melakukan hal-hal sederhana pun seperti menyimpan dan menge-print dokumen menjadi sulit. Hal yang paling krusial, tidak semua browser mendukung fasitilitas pembacaan PDF secara online.

3. Tidak mengubah warna text link tanda bahwa link tersebut sudah pernah dikunjungi

Mungkin hal ini telah menjadi hal yang lumrah, agar user tidak mengulangi pekerjaan membuka halaman yang sama🙂

4. Text yang tidak scannable

Text yang tidak scannable sulit dan ‘sangat menyakitkan’ untuk dibaca. Adapun tips & trik untuk merancang suatu tulisan yang scannable yaitu :

  • subheads
  • bulleted lists
  • highlighted keywords
  • short paragraphs
  • the inverted pyramid
  • a simple writing style, and
  • de-fluffed language devoid of marketese.

5. Ukuran font yang tidak dapat diubah-ubah

Pada teknologi CSS, disediakan fasilitas untuk tidak dapat mengubah ukuran font. Misalnya, tidak mengaktifkan aksi Ctrl + Scroll untuk me-resize font. Nah, sebaiknya fasilitas itu jangan digunakan. Biarkan user bebas dalam menentukan ukuran font sesuai yang diinginkan.

6. Judul halaman yang menyebabkan halaman tersebut sulit ditemukan oleh mesin pencari (tidak visible)

Usahakan judul halaman merupakan text yang unik dan relevan, yang cukup menggambarkan isi dari situs.

7. Apapun yang tampak seperti iklan

Sebenarnya iklan dirancang dengan tujuan agar mendapat perhatian seketika dari user (selective attention). Namun pada kenyataannya, banyak user yang seringkali mengacuhkan iklan. Alih-alih user membaca isi dari halaman tersebut, kebanyakan halaman yang tampak seperti iklan langsung ditutup. Dengan demikian, hindari desain yang tampak seperti iklan atau cobalah metode selective attention yang lain.

8. Melanggar konvensi desain

Konvensi/prinsip utama dalam mendesain web yang hampir tidak boleh dilanggar adalah konsistensi. Desain halaman web yang konsisten mempermudah user dalam mempelajarinya.

9. Membuka jendela browser baru

Terkadang user tidak menyadari bahwa halaman web yang baru diklik tersebut telah terbuka. Selain itu, bertambah jendela browser baru semakin ‘mengotori’ monitor user.

10. Tidak menjawab pertanyaan user

Kegagalan utama dari desain suatu web adalah user tidak mampu mendapatkan informasi dari web tersebut dimana informasi tersebut seharusnya ada di sana.

Contohnya, pada web komersial, informasi yang utama bagi user adalah harga produk/jasa. Kebanyakan web komersial tidak men-visible-kan informasi harga tersebut, sehingga user cenderung mencari web lain yang lebih relevan. Contoh yang lain adalah pada aktifitas download. Kebanyakan aplikasi web yang menyediakan fasilitas download, harus melewati berbagai ‘rintangan’ prosedur terlebih dahulu. Dan contoh2 lainnya.

Hmm…mayan lah sbg guideline buat ngedesain halaman web. Boleh setuju ataupun ga setuju. Kalau aq siy setuju-setuju aja karena pendapat tersebut langsung dari ahlinya🙂

Kalo mo nambahin sendiri ‘kesalahan-kesalahan’ lainnya, ini dia beberapa hal yang menurut aq cukup nyebelin :

  • terlalu banyak kombinasi warna yang mencolok
  • terlalu banyak gambar atau video yang membuat respon lambat
  • ga ada keterangan singkat tentang web site di halaman depan
  • halaman web yang tampaknya menyediakan dokumen/program/file multimedia yang gratis, padahal berbayar (hhe, ga tau ini yang salah syapa)

Ada yang mau nambahin  lagi??🙂

4 thoughts on “Kesalahan Terbesar dalam Mendesain Web

  1. Akhirnya nulis if2-an lagi far..😛

    Nambahin deh:
    Web/blog yang pas dibuka tiba2 ada streaming lagunya.. Ngeganggu suara di iTunes,, sekaligus ngabis2in b/w speedy aja..

    Kecuali memang web yg isinya streaming i.e myspace/last.fm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s