1st experience to go overseas: Orchestra Workshop @ Manila (Day 1)


Udah lama bgt ya ga nge-blog. Gara keranjingan fesbuk & plurk, kegiatan blogging jadi terbengkalai, huhu.. Tapi hari ini aku maksain untuk back to blog karena hari ini sgt spesial buat aku. Ya, aku sekarang sedang blogging di Manila, Filipina. It’s great ! it’s my 1st time experience to go overseas ! I’ll never forget this time🙂

Oiya, cerita sedikit kenapa aku bisa sampe terpental di manila. Waktu itu Mas Devy (Chief Conductor dari Salamander Big Band) menawarkan aku untuk mengikuti workshop Orchestra Management di Manila, salah satu program dari Goethe Institut. Setelah iseng2 mengirimkan CV dan proposal, ternyata aku diterima sebagai salah satu peserta workshop tersebut. Sebenarnya aku sama sekali ga menyangka bahwa proposalku bisa diterima, padahal aku ini hanyalah org yang sok sibuk mimpin orkes mahasiswa ITB, yang sangat kekurangan pengalaman dan pendidikan bermusik. Dan yg membuat ini lebih istimewa adalah aku mengikuti program ini dengan cuma-cuma selama 1 minggu alias gratisan, hehe..  It’s really a special gift from God. Melihat kondisi keuangan pribadi saat ini rasanya bener2 ga memungkinkan untuk pergi ke luar negeri.

Hmm.. karena memang bener2 newbie untuk urusan go overseas alias ‘ndeso, jadinya aku sangat kekurangan persiapan tentang seluk beluk pergi ke luar negeri, terutama persiapan budget (selalu aja ini jadi masalah😦 ). Begonya aku sama sekali ga punya uang Peso atau Dollar sebelum berangkat ke Manila. Bawa uang rupiah pun ga banyak yg klo dituker ke Dollar jadi ‘ga terlalu berarti’. Ku pikir semuanya akan berjalan baik2 aja, dalam artian, uang saku yang dijanjikan oleh pihak penyelenggara akan segera didapatkan setiba di filipina. Dan akhirnya uang rupiahnya cuma bisa kepake untuk bayar pajak penerbangan waktu di bandara Soekarno-Hatta. Dan setibanya di bandara international Ninoy Aquino, aku bagaikan gelandangan yang ga tau harus gimana untuk menghilangkan lapar dan dahaga. (haha, ga segitunya juga kali ya :p ). Untungnya aku bersama 2 org sahabat seperjuangan peserta workshop yang baru saling kenal di bandara Soekarno-Hatta yang berbaik hati meminjamkan uang untuk menghidupi aku sementara waktu. Makasih banget Mas Rahman dan Mba Vita🙂. Lesson learned : selalu sedia uang sebelum menggelandang, jangan terlalu berharap dengan uang cuma2, hehe..

Wohoho, pagi ini kesan pertama menikmati udara di manila, weks, udaranya kyk jakarta: kering, sumpek, puaaaanasss. Tapi, dari segi visualnya, keknya kota ini terlihat lebih rapih dari Jakarta (tapi ga tau jg  ya klo dipedalamannya). Eh, ga taunya ternyata hari ini memang hari libur, ya wajar aja keliatan rapih, hehe.. Lalu, kita bertiga disambut oleh Mr. Doods, utusan dari Departemen Kebudayaan Filipina, yang sangat ramah dengan stelan yg sangat santai (kaos oblong ‘n celana pendek). Aku sama sekali ga melihat image bahwa Mr. Doods merupakan pegawai pemerintah, jauh banget dengan image pns di indo, hehe.. Dengan bahasa inggris yang sekenanya, kami berbincang-bincang dg Mr. Doods. Ternyata beliau sering bekerja sama dengan musisi-musisi dari Indonesia untuk memajukan kebudayaan antar Asia ataupun mengenalkan kebudayaan Asia ke dunia, yang sering bepergian keliling dunia mengadakan pentas seni dan budaya. wowww !!

Sekarang aku sedang duduk di depan laptop. Tepatnya berada di kamar 1111 di College de St. Benilde Hotel, tmpt bermalamku selama lebih kurang 4 hari di sini. Dengan gaya klasik dan beraroma gereja serta dipadukan dengan kesan futuristik, hotel ini sangat nyaman untuk dinikmati oleh mata. Ga cuma nyaman di mata saja, kamar hotel ini juga nyaman ditempati koq, hehe. Standarlah dengan hotel2 bintang 3 atau 4 yg ada di Indo. :)  Ini beberapa foto  di dalam CSB Hotel dan pemandangan Manila City dari lantai 11 hotel.

Lagi mo masuk WC
Shampo yang ada di WC (koq WC semua siy? hehe)
Manila City dari Lt. 11 CSB Hotel (Akhirnya ga ada 'WC'-nya)
lagi.. Manila City tampak dari Lt.11 CSB Hotel

Udah dulu ah. Sekarang waktunya menyiapkan segala kewajiban yang akan dilakukan selama workshop. Tunggu cerita selanjutnya :)  (to be continued)..

3 thoughts on “1st experience to go overseas: Orchestra Workshop @ Manila (Day 1)

  1. Ghifar! Kira-kira napa! Gw sebel deh bacanya!

    “padahal aku ini hanyalah org yang sok sibuk mimpin orkes mahasiswa ITB, yang sangat kekurangan pengalaman dan pendidikan bermusik”

    Kalo lo aja begitu, gimana orang lain! Hehe.. :p

  2. @fixmanius:hee?? iya ya, gw juga jadi sebel bacanya. haha… cm sekadar nulisan apa yg ada dipikiran sesaat aja. eh, tapi beneran gw merasa minder di sini. keknya gw doank yg ga ngurus orkes profesional di antara para peserta laennya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s