Kuliah PPL(Proyek Perangkat Lunak) bersama Pak Windy


Kesanku selama berkuliah di jurusan Informatika ITB, aku hampir tidak pernah menikmati pelajaran2 yg berbau2 RPL atau SI yang cenderung dipelajari dgn ‘menghapal mati’ (atau aku nya aja ya yg salah cara belajarnya?) . Makanya di S2 skrg ini aku lebih memilih jurusan Sains Komputer yang lebih matematis dan algoritmis. Di semester ini, karena tidak ada lagi mata kuliah 3 sks di jurusan Sains Komputer, untuk menggenapkan SKS yg aku ambil jadi 12SKS, akhirnya aku mengambil kuliah 3 sks di jurusan S2 RPL.

Nama mata kuliahnya PPL (Proyek Perangkat Lunak) yang diajar oleh Pak Windy. Walau baru 2 kali pertemuan, entah knp aku benar2 menikmati kuliah kali ini, ga seperti kuliah2 berbasis RPL yg pernah aku ikuti selama S1. Ternyata faktor dosen sangat menentukan😛 Selain humoris, cerdas, kreatif, kritis, supel, komunikatif, dsb, menurutku beliau mengajarkan dan menyampaikan hal-hal yang konkrit di seputar dunia proyek pembangunan perangkat lunak, tidak terpaku pada hal-hal yg abstrak yg ditulis pada buku.  Terlihat dari isi pembicaraannya tergambar bahwa beliau merupakan sosok akademisi yang tidak kaku. Seringkali beliau mengaitkan antara hal-hal yg bersifat konseptual dg hal-hal yg terjadi di lapangan.

Menurut Pak Windy, Banyak konsep ideal yg sulit atau bahkan tidak akan pernah bisa diterapkan di lapangan (namanya juga ‘ideal’ = hanya berada di dalam ide/angan2 :p ). Contohnya, secara teori, perangkat lunak yg sukses (sukses = sesuai dengan kebutuhan(needs) pengguna, bukan sekadar keinginan(desire)) harus memiliki syarat requirement/kebutuhan yang jelas(tidak ambigu), mencakup semua yg dibutuhkan, dan benar-benar sesuai kebutuhan. Di lapangan, khususnya dalam proyek-proyek besar, kebutuhan dari calon pengguna perangkat lunak cenderung akan ambigu, tidak jelas, dan tidak semuanya sesuai dg kebutuhan. Ini disebabkan karena, dari sudut pandang user/pelanggan/pengguna,  memang sulit untuk mendefinisikan produk IT yang mereka butuhkan dan inginkan. Membeli produk IT merupakan hal yg berbeda dengan membeli produk fisik yg nyata. Terkadang pengguna tidak benar-benar mengetahui sebenarnya apa siy yg mereka butuhkan.

Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak akan sangat menentukan sukses tidaknya perangkat lunak.  Sekali lagi, sukses di sini bukanlah menghasilkan perangkat lunak yang canggih, elegan, tampilan menarik, dsb.. ‘Kerja keras membanting tulang dan pengorbanan kita sampe kurus kering’ (ini kyknya lebay deh) dalam desain & implementasi akan sia-sia kalau ternyata jawaban final dari penggunanya : “loh, sy pengennya bukan yang kyk gini😦 “. So, mau apa kita kalo pengguna udah bilang seperti itu? Sebagai software developer, kita harus mengetahui dan mampu mengidentifikasi apa saja yang sebenarnya dibutuhkan oleh calon pengguna.

Gimana caranya mendapatkan kebutuhan dari perangkat lunak/sistem informasi yang diinginkan pelanggan? Ada banyak cara. Di literatur2 biasanya menganjurkan untuk melakukan wawancara dg mengajukan kuesioner. Tetapi, menurut Pak Windy, berdasarkan pengalaman yg didapatkan pada saat mengerjakan proyek, cara yg paling efektif adalah dengan membuat peta pikiran/mind map terhadap hasil obrolan kita dengan pengguna. Dengan membuat mind map, kita akan mampu melihat generalisasi dari permasalahan yg ada dari current system. Cara pengajuan kuesioner akan cenderung untuk terjebak ke hal-hal yg detil sehingga berpotensi membuat masalah-masalah lainnya ‘terlupakan’. Selain itu, penyajian mind map ke user terkesan lebih informal/santai sehingga akan tercipta suasana yang interpesonal yang nyaman antara developer dan user.

Masih banyak lagi yg belum sempat tertulis di sini dari 2 kali pertemuan bersama Pak Windy (msh ada cerita tentang Toyota, proyek 17 juta dollar di Madrid, Oracle, Macintosh, dsb). Ternyata memang sebaiknya seorang dosen jgn terlalu fokus di dunianya sendiri. Dengan pengalaman yg didapatkan dari dunia luar, ilmu-ilmu yg disampaikan akan jauh lebih ‘make sense’. (pantesan aja si bapak jarang bgt hadir di kuliah :P)

Segini dulu aja deh untuk kali ini. Masih banyak pekerjaan yg harus diselesaiin skrg. Anyway, Thx Pak Windy🙂

5 thoughts on “Kuliah PPL(Proyek Perangkat Lunak) bersama Pak Windy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s