Diklat Ethno-Modern Music di CC Barat


Jam 5 sore kemarin aku menjadi pembicara bersama Hanif tentang musik etno-modern di Ruang 29 CC Barat. Acara tersebut diadakan oleh unit Apres ITB, yang berawal dari idenya Hanif untuk meng-‘expose’ para young talented composer yang bersemayam di kampus ITB agar turut berpartisispasi membuat theme song acara Pagelaran Seni Budaya (PSB 2010). Sebenarnya agak kaget ketika tau ternyata acara ini agak ‘serius’. Waktu diminta pertama kali oleh Hanif dan Tri untuk ‘menyumbang suara’ di acara tersebut, aku kira acaranya santai, sekadar duduk lesehan sambil minum kopi atau apalah (kyk pengajian2 gitu). Makanya aku kaget pas ngeliat poster Diklat Musik Etno-Modern feat. Ghifar ISO dan Hanif Apres yang sudah bertebaran di mana-mana.

Dan satu hal lagi, jujur aja aku sebenarnya kurang akrab juga dengan musik etnik. Selama berkecimpung dengan musik, biasanya aku menggarap lagu-lagu beraliran pop, jazz, r ‘n b, classic, orchestra, dan rock. Satu-satunya karya aransemen ‘serius’ yang pernah ku buat berkaitan dengan unsur etnis hanyalah ‘Manuk Dadali’. Tapi gapapalah, aku coba aja untuk sharing pengetahuan tentang musik etno-modern yang aku tau. Itung-itung, dengan sharing bisa menambah wawasan musik.

Berikut ini materi yang aku sampaikan pada acara diklat tersebut, diambil dari slide presentasi yang ku buat.

The Definitions

  • Ethnic Music
    • istilah lain: “traditional music”
    • The traditional and typically anonymous music that is an expression of the life of people in a community (http://www.wordwebonline.com/en/ETHNICMUSIC)
    • All music can be assumed/considered as ethnic music !
    • Characteristic :
      1. transmitted through oral tradition
      2. related to national culture
      3. commemorate historical & personal events
      4. lack of copyrights
      5. fusion of cultures
      6. non-commercial

Notes: menurut aku, pada intinya secara umum semua musik dapat dianggap sebagai musik etnis, karena ekspresi musik pastilah dipengaruhi oleh latar belakang kebudayaan sang composer/arranger.

Traditional Music Scale (Tangga Nada)

  • Western Diatonic : 1 2 3 4 5 6 7 (do re mi fa sol la si)
  • Japan&Korea: 1 2 4 5 6 (do re fa sol la)
  • Javanese & Sundanese : 1 3 4 5 7 (do mi fa sol si = da mi na ti la)

Notes: satu hal mendasar yang menjadi pembeda antar tangga nada adalah interval. Tiap-tiap tangga nada memiliki interval nada yang berbeda-beda yang pada akhirnya menjadi ciri khas musik yang dibangun dari tangga nada tersebut.

Indonesian Traditional Music Instrument

  • Perkusi
    • Gamelan, Arumba, Kendang, Kolintang, Tifa Talempong, Rebana, Bedug, Jimbe
  • Petik
    • Kacapi, Sasando, Rebab
  • Gesek
    • Rebab
  • Tiup
    • Suling, Tarompet, Serompet, Seromplet

Notes : Trus agak bingung untuk klasifikasi-in alat musik Angklung. Termasuk jenis alat musik apa ya itu? Instrumen goyang? Shuffle? :p

Indonesian Filolagu

Notes: Gambar di atas merupakan diagram relasi antar lagu-lagu daerah di Indonesia. Relasi tersebut menunjukkan ada kemiripan warna musik/lagu antar tiap daerah asal musik tersebut.

How to Collaborate Ethno with Modern Music ?

  1. Using traditional music instrument on playing modern sound/technique/tonality
  2. Using modern music instrument on playing traditional sound/technique/tonality
  3. Collaboration between 1 & 2
  4. etc… ???

Notes: Banyak cara untuk menggabungkan unsur musik etnis dengan modern. Secara umum yang aku tau cuma 3 cara :p Menurut Hanif, yang paling gampang adalah cara 2, yang bisa dilakukan oleh semua musisi modern. Cara 1 membutuhkan keahlian-keahlian khusus.

The Results

  • New Wave
  • New Age
  • Ethno Jazz
  • Ethno Rock (?)
  • Ethno Pop (?)
  • ????

Notes: Perpaduan antara musik etnis dan modern terkadang menimbulkan istilah/aliran baru dalam musik, diantaranya yang disebutkan di atas. *biasanya siy tinggal ditambahin kata ‘ethno’ doank di depannya*

What music elements that can be synthesized?

  • Tone choice -> scale -> lick (pilihan nada-nada)
  • Chord/harmony progression (pilihan progresi akor)
  • Instrumentation -> timbre (pilihan alat musik)
  • Tempo (perubahan tempo)
  • Time signature & Rhythm (perubahan pola ritmis)
  • Science & Technology ? (ini ditambahin gara2 para pesertanya anak ITB aja siy :P)
  • Tips :
    • Be creative ! Consider and combine all music elements that you know !
    • Listen to and analyze many songs as possible as you can

Notes : Biasanya karakter suatu musik dibangun oleh elemen-elemen musik di atas. Misalnya, pada musik pop, jika diberikan akor C major, biasanya pemilihan nadanya(tone choice) diambil dari tangga nada western diatonis. Pada musik etnis sunda, pemilihan nada diambil dari tangga nada da mi na ti la.

Notes

  • Most of terminology/rules in music seem to be very subjective and adaptive
    • pada dasarnya, tidak ada aturan baku di dunia musik, sewaktu-waktu dapat berubah seiring dengan perkembangan jaman (bisa jadi musik-musik yang sekarang dianggap modern, sekitar 50 tahun lagi dapat berubah nama menjadi musik klasik).
  • In essence, there is no boundary to develop a new or collaborative musical idea
    • jangan terlalu terpaku dengan aturan. ciptakanlah apa saja yang anda ekspresikan. siapa tau anda-lah pencipta aliran baru dalam musik etno-modern😀

Itulah kira2 ringkasan materi yang aku sampaikan pada diklat tersebut. Adapun presentasi yang disampaikan oleh Hanif *yang tentunya lebih menarik dari apa yang aku sampaikan🙂 * yaitu seputar demo-demo karya musik etno-modern yang pernah dibuatnya dan bagaimana cara membuatnya. Satu hal yang paling ku ingat dari apa yang Hanif sampaikan yaitu bahwa yang paling penting dalam mengkomposisi musik yang didekati dengan unsur etnis adalah pemahaman karakter alat musik. Misalnya, alat musik gamelan Bali cenderung membangun suasana ceria, yang akan cocok apabila disandingkan dengan unsur modern seperti techno, disco, rock metal, dsb. Alat musik suling sunda cenderung membangun suasana mendayu-dayu yang akan dicocok disandingkan dengan musik slow pop/rock, dsb. Pesan dari Hanif: cobalah mengeksplorasi lebih jauh mengenai musik-musik etnis Indonesia, pastinya selain etnis jawa dan sunda. masih banyak musik-musik etnis di daerah lain yang sangat potensial untuk menghasilkan karya2 musik etno-modern yang unik.

Adapun pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para hadirin, yaitu bagaimana membuat musik etno-modern yang pada akhirnya dapat menjadikan jati diri bangsa? apa perbedaan musik klasik dan musik traditional?, dsb.. Hmm.. aku tuliskan ringkasan jawaban yang aku kemukakan:

  • Jawaban pertanyaan satu : “musik etno-modern memang salah satu alat yang dapat dijadikan sebagai penghubung lintas budaya. musik etno-modern akan lebih mudah dicerna oleh orang asing dibandingkan ‘pure ethnic’ karena memadukan unsur modernnya juga yang pastinya saat ini tidak asing pagi para pendengar di seluruh dunia. mengisi musik modern dengan unsur-unsur etnis yang ada di negeri ini perlahan-lahan akan mampu mengenalkan identitas dan jati diri bangsa Indonesia di kancah internasional. aku pernah diberikan saran oleh tutor dari Jerman (waktu masterclass orkestra di Manila) bahwa sebaiknya bangsa Asia jangan sekadar meng-copy kebudayaan2 yang berasal dari Eropa. Padukanlah dengan unsur-unsur kebudayaan yang anda miliki di negeri anda masing-masing. itu yang akan membuat anda lebih dihargai🙂 “.
  • Jawaban pertanyaan kedua: “menurutku, semua musik dapat dianggap sebagai musik etnis. bayangan anda ttg musik klasik di sini mungkin musik2 eropa jaman dulu karya2 Beethoven, Mozart, Chopin, dll kali ya?  musik-musik klasik tersebut bagi orang sana dianggap sebagai musik etnis juga (mengutip opini tutor-ku dari Jerman waktu pelatihan orkestra di manila). Jadi, pada intinya musik etnis itu bersifat umum, sementara musik yang kita anggap sebagai ‘musik klasik’ tersebut merupakan musik khusus yang bagian dari musik etnis”

Di sela-sela presentasi, aku dan hanif menyempatkan untuk mendemokan perangkat lunak Titi Laras dan beberapa karya musik etno-modern. Aku sendiri memperdengarkan beberapa karya dari Vicky Sianipar, Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan, dan lagu manuk dadali hasil aransemenku sendiri. Aku bagikan di sini deh perangkat lunak titi laras dan manuk dadali-nya

Download : titi larasmanuk dadali(audio/midi), manuk dadali(full-score) *semuanya gratis koq :p *

Terakhir, penjelasan-penjelasan yg telah disampaikan di sini jangan langsung dipercaya ya. Belum tentu apa yang terlihat di sini semuanya benar :p Yang paling penting, semoga dengan adanya diklat ini bisa men-trigger para composer muda berbakat di ITB untuk lebih banyak berkarya. Di akhir sesi, MC mengumumkan sayembara bagi mahasiswa ITB siapapun yang berminat untuk membuat komposisi ‘theme song’ pada acara Pagelaran Seni Budaya 2010 di ITB. Pemenang akan mendapatkan hadiah 1 juta rupiah dan komposisinya akan ditampilkan saat hari-H PSB nanti. Menarik bukan? :p

Characteristic :

6 thoughts on “Diklat Ethno-Modern Music di CC Barat

  1. wuihh.. mantabbhh…🙂
    salut…salutt…………… wish I could join u all there (sbg penonton mxdnya, hoho..)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s