Pertemuan Sabtu Malam dan Perpisahan di Minggu Pagi


Semalam akhirnya aku bertemu ayah di hotel preanger Bandung. Tak ada angin tak ada hujan (baca: tanpa ngasih kabar sebelumnya😦 ) tiba2 ayahku datang ke bandung sabtu siang kmrn. Dari dulu ga pernah berubah. Selalu ngasih berita mendadak.. fiuuuh.  Btw, siang itu aku tidak langsung dapat bertemu dgn ayah, karena aku sedang ada latihan orkes di kampus. Akhirnya kakakku sendiri yang menjemput ayah di stasiun.

Malam harinya aku pergi ke hotel preanger tempat dimana ayahku menginap. Setelah tiba di sana, lagi2 aku tidak langsung bisa bertemu dg beliau. Beliau menyuruhku untuk menunggu sebentar di lobby. Ternyata beliau sdg ada meeting. 15 menit… 30 menit… 45 menit menunggu, akhirnya ayahku nongol juga dihadapanku. Aku terburu-buru langsung menghampiri beliau dan mencium tangannya. Seketika lgsg tercium wangi khas beliau yg tiada duanya. Senangnya bertemu kembali dgn ayah (cozy) Sudah sejak konser januari kmrn aku mengharapkan kehadirannya. Tapi waktu itu beliau berhalangan untuk menonton.

Suasana di hotel malam preanger itu diiringi dengan musik2 Standard Jazz akustik (berasal dari tengah2 lobby) yang dimainkan oleh 2 orang musisi (gitaris dan saxo),,, menjadikan malam itu semakin ‘happy’. Pas aku liat2 lagi dg seksama 2 org yg sedang manggung tersebut, eh,, “koq kyk kenal yah?” hahaha,, emg ternyata bener kenal😛 Begitu mereka melihatku, mereka langsung melambaikan tgn. Mas erik (pemain saxofon) lgsg turun dari panggung untuk menemuiku. Dia bertanya koq aku ada di sini. “Mau tampil juga ya?”, tanyanya.  Aku jawab aja kalo aku cm mo ketemu ayahku di sini. Setelah ngobrol panjang lebar dg mas erik, tiba2 mas erik memaksa aku untuk ikut manggung bersama mereka memainkan piano (doh). Awalnya aku menolak. Tapi karena mereka memaksa dan ayahku juga bilangnya ga buru2 mo ke kamar ‘n mo dengerin aku juga maen piano, jadi akhirnya ‘terpaksa’ deh ikut maen piano, hehe.. Bersama mas erik dan mas budi (gitaris), kami memainkan 3 buah lagu jazz standard jadul: Smoke Gets In your eyes, Misty, Somewhere Out There, L.O.V.E . (Oiya, mas erik & mas budi ini teman2ku di komunitas musik bandung).

Setibanya di kamar, aku ngobrol banyak dengan ayah tentang masalah apapun, kecuali jodoh, hehe.. Tak lama kemudian kakakku datang juga ke kamar. Kami bertiga menghabiskan waktu di depan TV sambil nonton sepak bola .Wah, bener2 suasana di rumah palembang nih, udah lama bgt ga kyk gini (cozy). Lupa lagi syapa yg mulai tidur duluan, akhirnya kami bertiga ketiduran selagi menonton bola, hehe..

Setelah sholat subuh berjamaah, ayah lgsg siap2 menuju stasiun pergi ke Jakarta lagi. Hiks,, koq cuma bentar ya ketemuannya? Kalo diitung-itung cuma ketemu 9 jam, itupun termasuk jam tidur. Pagi ini merasa sedih lagi, padahal semalam dah merasa senang, huhu… Mungkin ini pertemuan dan perpisahan dg ayahku dengan durasi waktu yg paling singkat. Jadinya perasaan senang yg kurasakan pun juga singkat. Fiuuhh,, ya Allah berikanlah kami umur yg panjang spy kami dapat saling bertemu kembali (cozy) *sambil diiringi musik Se(Cinema Paradiso) dari laptop* (tears)

Sekarang saatnya sarapan di hotel. Pagi ini menunya nasi kuning spesial, buah-buahan, kopi, jus guava, dan corn flakes. Siap-siap mau latihan ISO lagi di kampus. Semangat ! kembali hidup seperti sediakala (gym)

5 thoughts on “Pertemuan Sabtu Malam dan Perpisahan di Minggu Pagi

  1. ah, ini cuma tulisan iseng pak sembari menunggu latihan orkestra🙂 mudah2an ke depan sy bisa menulis biografi ayah saya (yg sejak dulu ingin sy tulis tapi blm sempet2) yg menurut sy, beliau org yg sungguh luar biasa🙂 *ya iyalah, hampir semua anak pasti menganggap seperti itu ya pak ?hehe *

  2. hihihi.. ghifar masih ada sisi anak2nya ternyata😀
    semoga kita semua dikasih umur panjang buat menunjukkan rasa terima kasih ke orang tua ya🙂

  3. bersyukur ya kamu masih merasakan bertemu ayah dan merasakan kasihnya. tapi aku sudah sejak lama, bahkan sejak kecil tidak merasakan apa artinya punya ayah. aku selalu rindu ayah sampai kapanpun, mungkin sampai aku mati, walaupun sudah tidak mungkin punya ayah, kecuali ada yang mengadopsi aku atau paling tidak, menganggap aku anaknya, he..he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s