Menguji Sidang TA Mahasiswa


Kali ini saya dapat kesempatan menguji sidang Tugas Akhir salah seorang mahasiswa Teknik Informatika UNPAR yang judulnya Implementasi Algoritma Gaussian Mixture Model pada Speaker Recognition. Ini pertama kalinya saya dapat kesempatan menguji sidang. Sebelum-sebelumnya sy biasa menguji seminar. Tapi sy masih penguji 2 alias penguji tambahan😀 Penguji 1 nya adalah pak Oerip.

Secara keseluruhan pekerjaan mahasiswa ini bagus dan menarik. Pas pula dengan bidang keahlian sayayaitu ada kajian tentang Biometrics, Multimedia, dan Machine Learning (devil). Pada intinya si mahasiswa membuat suatu program yang bisa merekognisi “ini suaranya siapa” dengan mengandalkan data pelatihan. Langkah-langkahnya adalah mengekstraski fitur suara dengan menggunakan Mel-Frequency Cepstrals Coeeficients *butuh penjelasan yang tidak singkat untuk menjelaskan teknik ekstraksi ini :D*, mengolah fitur suara tsb sebagai input dari algoritma Gausian Mixture Model (GMM), proses pembelajaran dengan GMM, dan melakukan rekognisi suatu instance data suara. Jadi penguji yang bidangnya mirip dengan yang diuji ternyata ‘nikmat’ juga ya😀. Akhirnya saya sekarang memahami posisi sebagai yang menguji dengan yang diuji. Mirip2 prinsip ekonomi sih, yang saling bertolak belakang *halah*: Dari sudut pandang yang diuji kalau bisa penguji ga ngerti dengan materinya, tapi dari sudut pandang penguji kalau bisa materinya sejenis.

Tapi ternyata walaupun bidangnya mirip2 dengan keahlian saya, ternyata ga gampang juga loh mencari kesalahan yang rasional dan mengusulkan perbaikan yang konstruktif. Kalau sekadar “cari-cari kesalahan” dengan tujuan membantai sih mungkin semua orang bisa. Tapi mencari kesalahan yang rasional beserta usulan koreksi ternyata ga segampang yang dibayangkan. Yang pertama-tama saya tanyain adalah hal-hal bersifat fundamental untuk mengetes pemahaman materi /konsep yaitu :

  • apa bedanya suara manusia (speech) dengan suara bukan manusia (voice)
  • kenapa pake GMM untuk rekognisi speaker, kenapa ga pake algoritma sejenis yang lainnya, apa keunggulan dari GMM dibandingkan lainnya
  • output dari ekstraksi MFCC itu sebenarnya representasi dari apa sih

Selain hal-hal fundamental, saya pun mempertanyakan pencapaian tujuan dengan rumusan masalah yang sudah direncanakan sebelumnya, melengkapi masukan-masukan dari pak Oerip. Ternyata ada beberapa bug yang ditemukan di hasil pengujian berikut tentang analisisnya. Banyak klaim2 yang tiba2 muncul begitu saja tanpa adanya penjelasan yang komprehensif. Contohnya: “Ini membuktikan bahwa metode GMM cukup efektif untuk melakukan rekognisi suara”. Tapi, si mahasiswa tidak menjelaskan secara komprehensif kenapa bisa menyimpulkan “cukup efektif”. Bedanya pak Oerip dengan saya adalah pak Oerip lebih concern dengan hal-hal seperti ini dan tampak sangat lancar dalam menemukan bug-bug tadi *jadi keliatan yang mana yang udah dedengkot dan yang mana yang masih newbie :D*. Mungkin apa yang telah dilakukan pak Oerip bisa jadi semacam tips & trik untuk menemukan bug yang rasional bahwa biasanya kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para TA-ers adalah koherensi antara rumusan masalah dengan pencapaian tujuan (analisa hasil pengujian dan kesimpulan).

Kira-kira begitulah pengalaman dan pendapat saya mengenai menguji Tugas Akhir Mahasiswa jurusan IF😀

One thought on “Menguji Sidang TA Mahasiswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s