Serba-Serbi Perkuliahan di IF Unpar


Pada semester ganjil ini saya ditugaskan untuk mengajar 3 mata kuliah di Unpar, yaitu Arsitektur & Organisasi Komputer (AOK), Sistem Operasi (SO), dan Dasar Pemrograman (Daspro).  Total sekitar 16 sks, atau 50 menit x 16 = 800 menit dalam1 minggu (Kalau menurut artikel di sini sih harusnya beban mengajar saya sudah 2 kali melebihi batas ideal). Perkuliahan semester ganjil ini akan resmi dimulai pada hari kamis,  18 agustus 2011. Bagi saya beban mengajar yang paling berat jatuh pada mata kuliah AOK dimana saya menjadi koordinator. Untuk mata kuliah SO dan Daspro bakal tidak sebesar beban AOK karena saya berbagi tugas dengan rekan-rekan dosen lainnya.

Oh iya, untuk beberapa kuliah di IF Unpar (terutama mata kuliah yang dianggap penting), perkuliahan dapat terdiri dari 3 sesi: perkuliahan di kelas, responsi, dan praktikum. Contohnya mata kuliah Daspro, yang diatas kertas tercatat memiliki beban sebesar 3 sks, tetapi di lapangan yang terjadi adalah 3 sks Kuliah Kelas, 2 sks Praktikum, dan 2 sks Responsi (total 7 sks). Sekilas dilihat dari jumlahnya tampak ‘lebih ringan’ dari beban waktu saya kuliah dulu. Kata dosen-dosen saya dulu sih kalau 3 sks berarti : 3 sks Kuliah Kelas, 3 sks Belajar Mandiri, dan 3 sks Mengerjakan Tugas (total 9 sks). Tapi bedanya kalau di Unpar semua kegiatannya terkoordinir oleh akademik dan dilaksanakan di ruang kelas/lab, belum diitung PR atau tugas besar yang diberikan ! (Jujur kalau saya jadi mahasiswanya sih emang bakal rada malas kalau kebanyakan datang ke kampus untuk mata kuliah yang sama… ooops mudah2an ga dibaca oleh mahasiswa2 saya😀 ). Jadi biasanya untuk mata kuliah Daspro dan sejenisnya bakal ada 3 – 4 dosen yang menangani untuk mengakomodasi 3 sesi pertemuan di kelas + lab. tsb.

Kesimpulannya kalau di IF Unpar pembelajaran lebih terbimbing (kalau mengambil istilah dari Machine Learning dapat disebut dengan kata supervised) dibandingkan di IF ITB jaman saya dulu *ga tau kalau sekarang*. Seharusnya di atas kertas mahasiswa pada ‘jago-jago’ karena sering berlatih, walaupun faktanya tidak sepenuhnya seperti yang diharapkan. Saya jadi mikir2 apalagi kalau pembelajarannya tak terbimbing (unsupervised) ya…seperti yang saya alami selama kuliah dulu. Tapi kayaknya metode pembelajaran itu cocok-cocokan sih (?). Saya sendiri lebih senang dengan unsupervised dibandingkan supervised, bisa jadi hasilnya lebih buruk bagi saya apabila pembelajarannya supervised.

Kembali lagi ke mata kuliah yang saya ‘asuh’ secara penuh pada semester ganjil ini yaitu AOK. Kalau di IF ITB dulu biasa disingkat dengan istiliah Orkom (Organisasi dan Arsitektur Komputer) *tuker posisi doank antara kata ‘Organisasi’ dan ‘Arsitektur’ *. Masih segar dalam ingatan saya tentang mata kuliah Orkom ini bahwa saya hampir tidak ingat sama sekali apa isi kuliah ini -_-‘  Sepertinya bagian akademik telah melakukan kesalahan yang besar telah menugaskan saya untuk mengajar mata kuliah ini, ehehe… Tapi ya mau tidak mau saya tetap harus menghadapi kenyataan ini *ah lebay*. Mendadak saya tiba-tiba rajin mencari-cari dan membaca berbagai softcopy dan hardcopy bahan materi terkait dengan AOK. Di sinilah saya kembali membuktikan bahwa saya akan sangat cepat belajar apabila dikasih ‘problema’. Dengan semangat harus bisa mengajar dengan baik nantinya, saya banyak menemukan ‘keindahan’ di dunia Organisasi dan Arsitektur Komputer yang belum pernah saya temui selama ini *halah*. Semakin takjub saja dengan orang-orang yang bernama Charles Babbage, Blaise Pascal, von Neumann, Alan Turing, dsb, yang telah memulai rancangan suatu ‘benda komputasi’ yang saat ini hampir tidak pernah lepas dari kehidupan kita.

Selain penguasan materi, ada satu pekerjaan lagi yang cukup ‘ribet’,yaitu strategi perkuliahan. Sekarang-sekarang ini saya lagi memikirkan urutan-urutan materi yang mengacu ke silabus yang ada bagaimana bisa pas dengan jumlah minggu kuliah yang tersedia (kebetulan semester ini hanya ada 12 pertemuan, dikarenakan dipotong libur lebaran, natal+tahun baru), membuat slide-slide presentasi kuliah, bagaimana metode pembelajaran yang cocok untuk peserta kuliah, memikirkan skenario tugas, soal-soal latihan, dan quiz (apa isinya dan kapan bakal dilaksanakannya), memikirkan kisi-kisi soal UTS dan UAS, belum lagi jumlah pesertanya sekitar 120-an yang akan terbagi menjadi 3 kelas (yang berarti makin banyak ngasih tugas, makin banyak pula waktu tersita untuk mengoreksinya). Kalau ada yang bilang  *ada sih, salah seorang teman saya sendiri😀 * bahwa pekerjaan dosen itu gampang dan kurang menantang, sekarang akan tanpa ragu-ragu saya jawab: siapa bilang ! :p

Yah begitulah sekilas serba-serbi perkuliahan dan mengajar di IF Unpar😀 Dengan segala kesibukan perkuliahan dan kesibukan2 lainnya, saya sangat menikmati pekerjaan ini. Alhamdulillah telah dikaruniakan oleh Allah pekerjaan yang disenangi.

3 thoughts on “Serba-Serbi Perkuliahan di IF Unpar

  1. paling suka kalimat “Masih segar dalam ingatan saya tentang mata kuliah Orkom ini bahwa saya hampir tidak ingat sama sekali apa isi kuliah ini -_-’” hahahaha lucu banget. ayo perjuangan seorang dosen adalah belajar lebih dulu daripada mahasiswanya.😀

    btw salam kenal ya, aku juga ngajar di IF unpar, teaching music also.🙂

  2. @nirma: salam kenal juga mba nirma. kayaknya sejak jaman di ITB dulu kita sering berpapasan ya? hehe… kalo ga salah waktu S2 nya mba nirma seangkatan sama kak Ali Akbar ya? CMIIW :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s