Kaleidoskop 2013


Tidak terasa sekarang sudah memasuki tahun 2014. Kalau dihitung dari waktu pertama kali saya menjadi mahasiswa (S1), berarti sudah 8.5 tahun. Seandainya 4 tahun lalu mengambil kembali kuliah S1, mungkin sekarang udah lulus untuk kedua kalinya. Jika dihitung dari waktu saya menikah, berarti udah 2 tahun 8 bulan (please jangan diartikan bahwa udah bisa menikah untuk kedua kalinya. bisa sih tapi syaratnya harus dengan pasangan yang sama :D). Begitu cepatnya waktu ini berjalan so that I can’t really feel it (or I can’t really feel my time anymore so that the time seems to run so fast? scary huh..)

Supaya tidak lupa apa yang sudah saya perbuat selama tahun 2013, saya coba rangkum beberapa checkpoints yang saya ingat:

  • Awal Januari saya dan keluarga meninggalkan kediaman di Bandung, semua barang-barang dipindahkan ke rumah orang tua di Bintaro. Saya menghabiskan sebagian besar sisa-sisa waktu selama di Indonesia dengan berlibur di Palembang, kampung halaman saya.
  • Akhir Januari saya terbang ke Wellington, New Zealand. Saya tinggal di flat salah seorang mahasiswa Indonesia (yang kebetulan waktu itu sedang tidak ditempati) di 18 Landcross St, Kelburn.
  • Awal Februari saya resmi menjadi mahasiswa PhD di Victoria University of Wellington, berkantor di Cotton Building, lantai 2, ruang CO235.
  • Maret awal saya pindahan ke apartemen baru di sekitar downtown, tepatnya di 5 Aitken St, Thorndon.
  • Maret akhir saya keluar kota Wellington untuk pertama kalinya, mengikuti spiritual camp yang diadakan oleh Indonesian Muslim Society.
  • Juni akhir saya kembali pindahan tempat tinggal, kali ini ke rumah di daerah Karori sekaligus mempersiapkan kedatangan istri dan anak.
  • Juli awal istri dan anak akhirnya tiba di Wellington.
  • Agustus akhir saya submit conference paper pertama (IVCNZ 2013).
  • Oktober akhir saya submit conference paper kedua (ICASSP 2013).
  • 27-29 November akhir saya mengikuti conference pertama kalinya dihitung dari sejak awal mulai PhD (IVCNZ 2013).
  • Desember pertengahan saya menyelesaikan draft research proposal.
  • Desember akhir saya dan keluarga menikmati liburan akhir tahun dengan mengunjungi berbagai tempat rekreasi di Wellington.

Kegiatan studi saya yang utama adalah mengerjakan the so-called riset (baca: kegiatan ‘bengong’ lalu disertai dengan membaca dan menulis :p ). Disamping itu, saya juga mengikuti 3 mata kuliah di sepanjang tahun 2013 (2 resmi mendaftar sebagai peserta, 1 sit-in) dan juga sebagai tutor di salah satu mata kuliah yang diasuh salah satu supervisor saya, i.e., Signal and System, yang saya tidak memiliki background keilmuannya (It’s just because I want to appreciate my supervisor’s trust in terms of choosing me as his course assistant).

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan di luar kampus terutama sebelum istri dan anak tiba adalah menelusuri Wellington downtown dengan berjalan kaki. Well, every New Zealander here seems to be very keen on walking. Ketika capek berjalan, tempat favorit untuk ngaso adalah Wellington City Library (the awesome 3-floor building containing the superb complete collections of books with various genres! I wish Indonesia had, at least, one like that). Ketika kelaparan saya dan teman2 biasa mengunjungi Malaysian restaurant (ada beberapa di downtown) demi mengobati kangen dengan masakan Indonesia (Loh kok Malaysia? at that time I didn’t realize that there is one Indonesian restaurant). Namun demikian, ketika istri dan anak sudah tiba di Wellington, tempat favorit yang kami sering kunjungi adalah berbagai taman bermain.

So far I really enjoy studying and living in Wellington. Looking forward to enjoy the journey of 2014.

Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it.

4 thoughts on “Kaleidoskop 2013

  1. Hei, Gifar… Ini Rika (Smuth 9). Dirimu pernah ngajar di Unpar ya? Aku dulu juga pernah, tapi off karena ngerjain tesis. Pengen sih ngajar di Unpar lagi…

    Oiya, mau no kontakmu yaa…

  2. Salam! Terdampar kesini karena googling adakah artikel ringan orang Indonesia tentang deep learning😀. Bukan, topik riset saya bukan deep learning, tapi terakhir saya hadir di ISSNIP ’14 dan topik ini menarik saya, dan, ya, itu tadi, saya ingin tahu siapa pemuda pemudi Indonesia yang kiranya sedang belajar ini🙂
    Sukses

    1. Halo mba Vita, thanks. Iya betul skrg sy lagi meriset tentang deep learning, fokusnya dalam konteks transfer learning. Memang sekarang ini deep learning jadi semacam trend di computer vision & speech/audio/natural language processing. Tapi tentunya masih banyak real world problem yang belum sepenuhnya terselesaikan dengan deep learning. Semoga suatu saat nanti kita bisa share ideas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s