Kata-Kata Mutiara Anti Malas


Lagi iseng-iseng ngumpulin kata-kata mutiara supaya ga malas kerja ataupun ga menunda-nunda pekerjaan. Selamat merenungi, meresapi, dan melaksanakannya 🙂

 

“Tomorrow is often the busiest day of the week.”
Spanish Proverb

 

“How soon ‘not now’ becomes ‘never’.”
Martin Luther

 

“A year from now you may wish you had started today.”
Karen Lamb

 

“To think too long about doing a thing often becomes its undoing.”
Eva Young

 

“If you want to make an easy job seem mighty hard, just keep putting off doing it.”
Olin Miller

 

”Putting off an easy thing makes it hard. Putting off a hard thing makes it impossible.”
George Claude Lorimer

 

“You don’t have to see the whole staircase, just take the first step.”
Martin Luther King, Jr.

 

“Do the hard jobs first. The easy jobs will take care of themselves.”
Dale Carnegie

 

“In a moment of decision, the best thing you can do is the right thing to do, the next best thing is the wrong thing, and the worst thing you can do is nothing.”
Theodore Roosevelt

 

“Procrastination is the fear of success. People procrastinate because they are afraid of the success that they know will result if they move ahead now. Because success is heavy, carries a responsibility with it, it is much easier to procrastinate and live on the “someday I’ll” philosophy.”
Denis Waitley

 

“Nothing is so fatiguing as the eternal hanging on of an uncompleted task”
William James

 

“Much of the stress that people feel doesn’t come from having too much to do. It comes from not finishing what they started.”
David Allen

 

Ada tambahan lagi ? 😀

Advertisements

Master lagi atau PhD ?


Karena disibukkan dengan aktifitas mengajar dan berbagai pengembangan software, urusan yang seharusnya jadi my next goal (apply beasiswa untuk kuliah PhD di luar negeri) jadi terbengkalai. Tahun lalu saya sudah sempat sampai ke tahap wawancara di 2 program beasiswa, yaitu U.S. Fulbright Scholarship dan Monbusho. Tapi setelah itu alhamdulillah sampai sekarang belum ada kabar lagi yang berarti saya artikan tidak lolos 😀

Sekadar menerka-nerka mengapa saya belum lolos, kemungkinan besar saya kurangnya di wawancara lisan (tidak terlalu fasih berbicara bahasa inggris) dan masih kurang publikasi paper ilmiah baik skala nasional maupun internasional. Untuk beberapa program PhD yang saya coba apply, kebanyakan sangat mempertimbangkan track record penelitian. Tidak hanya diminta untuk menuliskan track record penelitian pada form aplikasi, di wawancara pun saya selalu ditanya mengenai pengalaman penelitian. Sementara, semasa 5 tahun kuliah S1 + S2, saya tidak pernah memasukkan paper penelitian ke jurnal/prosiding. Barulah setelah selesai sekolah saya mulai rajin meneliti, menulis paper, dan mengikuti seminar/konferensi (ga rajin-rajin amat juga sih). Kalau dipikir-pikir lagi, ada ruginya juga selesai kuliah cepat-cepat  😀 Kuliah hanya terbatas pada kejar tayang mengikuti perkuliahan dan mengerjakan skripsi/tesis. Tidak terlalu banyak waktu yang dimanfaatkan untuk melakukan penelitian dan menulis (mudah-mudahan ini hanyalah sekadar excuse saya pribadi).

Berhubung sulitnya memenuhi kriteria untuk mendapatkan beasiswa program PhD di luar negeri, saya berpikir apakah sebaiknya ambil kuliah Master lagi aja ya? Saya pikir mungkin kans-nya akan lebih besar untuk mendapatkan beasiswa dibandingkan program PhD. Nanti selama kuliah Master, saya berencana  pol pol an bakal konsentrasi untuk meneliti dan menulis. Semakin banyak hasil penelitian, maka akan semakin mudah nantinya untuk melanjutkan ke PhD (sebenarnya inginnya sih yang penting segera keluar sejenak dulu dari negeri yang tercinta ini, hehe). Tentunya kuliah master di luar negeri akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dibandingkan kuliah di ITB dulu. Tapi, asyik juga sih kalau bisa langsung kuliah PhD.

Duuh, galau nih, hehe.. 😀 Any sugestion?

 

Cerita pak Habibie di Garuda Indonesia


Dari milis tetangga. Selamat mengambil hikmahnya 🙂
KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE

Kantor Manajemen Garuda Indonesia

Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Continue reading

Indonesia Merintih


Berikut sebuah tulisan menggugah mengenai pendidikan di Indonesia yang saya kutip dari milis IA-ITB, ditulis oleh P.M. Susbandono. Semoga dapat menjadi bahan renungan kita semua untuk kemudian dapat melakukan sesuatu yang lebih baik lagi untuk dunia pendidikan negeri kita.

Continue reading

Mestakung


  Sudah  sejak  lama nyari buku ini tapi ngga nemu-nemu. Akhirnya kemarin ketika saya lagi jalan-jalan dengan istri saya di gramedia Paris Van Java, tanpa bermaksud mencari (udah lupa lagi dulu sempet nyari2).. eh taunya ketemu.. yeiiiy ! 😀

Tidak sampai 2 jam habislah buku ini “dikunyah”. Kisah yang inspiratif memang selalu menarik untuk disimak. Betapa hebatnya perjuangan & pengorbanan Prof. yo untuk memajukan Fisika di Indonesia.

Pada intinya, pesan yang disampaikan oleh Prof. Yo yaitu tidak mengenal kata menyerah walaupun kita berada dalam keadaan kritis. Jangan berpikir untuk pindah ke “jalan pintas” lain yang sebenarnya  bukan menjadi tujuan utama. Ketika kita mencoba melangkah di saat kondisi kritis, percayalah pasti akan ada jalan keluar. Alam semesta & Sang Pencipta akan mendukung Anda.

 

 

Selamat Jalan Bulan Ramadhan 1432 H


Berlalu sudah bulan Ramadhan kali ini. Tinggallah perasaan sedih di hati. Sedih karena masih merasa belum dapat memberikan yang terbaik selama beribadah di bulan ramadhan. Masih banyak pekerjaan yang dilakukan tanpa diniatkan untuk beribadah kepada Allah. Masih sering kali merasa malas mengerjakan ibadah wajib sebagai tanda ketakwaan kepada Allah. Masih sedikit sekali ibadah-ibadah sunnah, terutama ibadah di malam hari, yang dikerjakan sebagai tanda kecintaan kepada Allah. Masih enggan hati dan tangan ini untuk bersedekah. Masih merasa kurang sabar diri ini dalam menahan lapar dan haus. Masih merasa sulit jiwa ini untuk mengendalikan amarah. Masih senang hati ini untuk berbangga diri/pamer atas apa yang telah dicapai/dimiliki. Masih… dan masih kurang lagi…

Continue reading